Jibril Al Amin As di Ghadir Khum :

" Rasul (umat) ini telah mengikat perjanjian abadi setiap Mukmin yang tiada yang akan berpaling kecuali tidak Percaya Tuhan "

November 9, 2006

Sahabat Dalam Pandangan Sunnah dan Syiah

Dari Kitab Syaikh Muhammad Tijani

Penggalan…

Kalaulah bukan karena sahabat maka kaum Muslimin tidaklah terpecah dan berselisih. Setiap perselisihan yang berlaku pasti berakar umbi daripada perselisihan mereka tentang sahabat. Tuhan satu, al-Quran satu, Rasul satu dan kiblat satu. Semua kaum Muslimin sepakat dalam semua itu. Perselisihan bermula dan berlaku berkenaan dengan sahabat sejak dari hari pertama setelah wafatnya Rasul SAWW di Saqifah Bani Sai'dah sehingga hari ini dan akan terus berlanjutan sampai masa yang dikehendaki Allah.

Dalam pandangan beberapa ulama Syiah, sahabat terbagi menjadi tiga golongan.

Pertama,

Golongan sahabat yang baik yang telah mengenal Allah dan RasulNya dengan pengetahuan yang sempurna. Mereka telah membaiat Rasul dan bersedia berkorban, menemaninya dengan jujur di dalam ucapan, dan ikhlas di dalam tindakan, tidak berpaling setelah wafatnya bahkan tetap setia dengan janji-janjinya. Mereka ini telah dipuji oleh Allah di dalam Kitab-Nya di berbagai ayat al-Qur'an. Rasul juga telah memujinya di dalam berbagai tempat. Orang-orang Syiah menyebut mereka dengan penuh hormat dan takzim. Mereka mengucapkan Radhiallah Anhum kepada mereka sebagaimana Ahli Sunnah juga.

Kedua,

Golongan sahabat yang memeluk Islam dan mengikut Rasul SAWW karena suatu tujuan, mereka menginginkan sesuatu atau takut kepada sesuatu. Mereka meminta jasa kepada Rasul atas keislaman mereka. Kadang-kadang mereka menganggunya dan tidak patuh pada perintah atau larangannya. Bahkan berpegang kepada pendapat sendiri di hadapan nas-nas yang jelas. Sehingga Allah turunkan ayat mencela mereka atau kadang-kadang mengancam mereka; dan Rasul juga telah memperingatkan mereka di dalam berbagai sabdanya.Orang-orang Syiah tidak menghormati perbuatan mereka apalagi mensucikan mereka.

Ketiga,

Golongan munafiq yang menemani Rasul untuk memperdayakannya. Mereka menampakkan diri sebagai Muslim sementara hati mereka menyimpan kekufuran. Mereka mendekat kepada Islam agar dapat memperdayakan kaum Muslimin. Allah telah menurunkan kepada mereka suatu surah yang sempurna. Disebutkan mereka di dalam berbagai tempat dan diancamnya mereka dengan siksa api neraka yang paling dahsyat. Rasul juga telah menyebut mereka dan mengancam mereka. Sebagian mereka telah diberitahu nama-nama mereka dan tanda-tandanya. Sunnah dan Syiah sepakat untuk melaknat dan menjauhkan diri dari mereka.

Kemudian,

Ada Satu golongan sahabat yang mendapat tempat khusus. Mereka lebih istimewa lantaran kekerabatan mereka dengan Nabi, ketinggian akhlak, dan kemurnian jiwa yang dimiliki dan kekuasaan yang telah dikurniakan Allah dan RasulNya kepada mereka sehinggalah tidak satu pun orang dapat menyainginya.

Mereka adalah golongan Ahlul Bayt yang telah dibersihkan oleh Allah dari segala dosa dan dibersihkan sesuci-sucinya (S:33:33), diwajibkan bersalawat ke atas mereka sebagaimana yang diwajibkan kepada Rasul SAWW, disertakan mereka sebagai golongan yang wajib diberikan khumus (S:8:41), diwajibkan kepada orang-orang Islam untuk mencintai mereka sebagai imbalan bagi Risalah Muhammad SAWW (S:42:23), sebagai ulil amri yang wajib dipatuhi (S:4:59), sebagai orang-orang yang rusukh di dalam ilmu pengetahuan dan tahu memberikan takwilan kepada al-Qur'an dan membedakan antara yang mutasyabih dengan yang muhkam (S:3:7), sebagai Ahl Zikr yang dijadikan oleh Rasul sebagai pendambing al-Qur'an dan wajib berpegang teguh kepadanya seperti di dalam hadith as-Tsaqalain (Lihat Kanz Ummal, Jilid 1, hlm. 44; dan Musnad Ahmad, Jilid 5, hlm. 182), sebagai bahtera penyelamat Nabi Nuh sehingga siapa yang mengikutinya akan selamat dan yang tinggal akan tenggelam (Lihat Mustadrak al-Hakim, Jilid 3, hlm.151; dan Sawaiq al-Muhriqah oleh Ibnu Hajar, hlm. 184 dan 234).

Para sahabat mengetahui kedudukan Ahlul Bayt, menghormati bahkan metakzimkan mereka. Dan Syiah menuruti jejak mereka serta mendahulukan mereka di atas semua sahabat yang lain. Dalam hal ini mereka mempunyai dalil-dalil yang sangat bernas.

Sementara Ahlul Sunnah Wal Jamaah

Mereka menghormati, mengutamakan, dan mentakzimkan Ahlul Bayt, namun mereka tidak menerima adanya pembagian sahabat seperti ini. Mereka tidak menganggap orang-orang munafik sebagai sebagian dari sahabat. Bagi mereka sahabat adalah manusia yang paling baik selepas Rasul SAWW. Jika ada pembagian, maka pembagiannya di sisi lain, seperti golongan orang-orang yang mula pertama masuk Islam, golongan sahabat yang menderita karena agama Islam dan sebagainya. Empat Khulafa Rasyidin ditempatkan pada peringkat pertama, kemudian enam orang yang lain yang telah dijamin masuk syurga seperti yang diriwayatkan. Itulah kenapa mereka bersalawat ke atas Nabi dan Ahlul Baytnya maka mereka akan sebut juga para sahabat secara keseluruhan (Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Ajma'in).

Acuan Pendedahan :

1. Kaedah mantik yang benar.
Akan berpegang kecuali apa yang disepakati oleh kedua golongan di dalam menafsirkan Kitab Allah dan Sunnah Nabi yang sahih.

2. Akal.
Akal adalah nikmat Allah yang paling besar kepada manusia. Karenanya maka manusia dimuliakan dan diutamakan di atas segenap makhluk-makhluk yang lain. Bukankah Allah SWT ketika berhujah dengan hamba-hambaNya, menyeru mereka supaya berfikir. FirmanNya "Apakah kalian tidak berfikir", "Apakah mereka tidak memahami", "Apakah mereka tidak meneliti", "Apakah mereka tidak melihat", dan lain-lain lagi (Sila lihat contoh-contoh dalam al-Qur'an).

Prinsip kajianpun haruslah Islami; beriman kepada Allah, para malaikatNya, para RasulNya, kitab-kitabNya, dan bahwa Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya dan hanya Islam sebagai Din yang ada di sisi Allah SWT.

Seraya penuh tawakal dan mengharapkan barakah dari sisi Allah SWT.


0 comments:

Enter Your email to Get Update Articles

Delivered by FeedBurner

Random Articles

Powered by Blogger.

Recent Comments

" Pro-Log for the Light Of AT TSAQOLAIN "

  © Free Blogger Templates Cool by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP