Jibril Al Amin As di Ghadir Khum :

" Rasul (umat) ini telah mengikat perjanjian abadi setiap Mukmin yang tiada yang akan berpaling kecuali tidak Percaya Tuhan "


June 5, 2008

Khutbah Sayyidah Az Zahro Alaiha Salam

Khutbah Sayyidah Fatimah Az Zahro Alaihassalam di Masjid Nabawi

Berkaitan Hak Keluarga Nabi Yang di rampas

Puji bagi Allah atas semua nikmat-Nya. Puji bagi Allah atas apa yang dia ilhamkan. Puji bagi Allah atas semua anugerah-Nya. Pemberian-Nya tak terhitung, tak terbalas, dan tak terjangkau. Dialah yang memerintahkan syukur demi mendapat anugerah yang lebih. Aku bersaksi, tidak ada tuhan selain Allah, Dialah Maha Tunggal, tak ada sekutu bagi-Nya. Aku mengakuinya dengan seluruh keikhlasan yang merasuk ke dalam kalbu dan menerangi fikiran.

Dia Mahatinggi untuk dijangkau penglihatan, atau disifati oleh lisan, dan dirasa oleh khayalan. Dia telah menciptakan segala sesuatu tanpa meniru apapun. Dia berikan wujud kepada ciptaan-Nya. Dia lakukan meski tak membutuhkan semua itu. Semua Dia lakukan untuk menunjukkan kebijaksanaan, kebesaran dan kekuasaan-Nya. Dialah yang layak disembah dan ditaati makhluk-Nya. Dia menjanjikan pahala atas ketaatan kepada-Nya dan mengancam balasan neraka atas kedurhakaan terhadap-Nya. Semua itu agar manusia menjauhi azab dan melangkah ke arah surga-Nya.

Aku bersaksi bahwa Ayahku Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Sebelum memberinya amanat risalah, Allah telah memilihnya. Sebelum memilihnya, Allah telah mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Sebelum menganugerahinya kenabian, dia telah menyucikannya pada saat seluruh makhluk masih diselubungi tabir kegaiban dan masih diselimuti ketiadaan yang menakutkan. Allah Maha Mengetahui akhir segala sesuatu dan Dia Maha meliputi seluruh peristiwa sejarah. Pengetahuan atas segala sesuatu ada pada-Nya.

Allah mengutusnya sebagai penyempurna urusan dan kehendak-Nya, sebagai pemutus ketentuan, sebagai pelaksana keputusan-Nya. Karena Dia telah menyaksikan keadaan umat yang terbagi atas beberapa golongan. Sekelompok orang duduk bersimpuh di hadapan berhala buatan mereka dan tampil sebagai pengingkar Allah. Dengan perantara ayahku, Muhammad, Dia singkap tabir kegelapan, Dia sirnakan keraguan dari hati mereka, dan Dia lenyapkan kotoran dari mata mereka. Ayahku bangkit untuk memberi petunjuk kepada umat manusia, melepaskan mereka dari belenggu kesesatan, mengganti kebutaan mata hati dengan cahaya ilmu, dan menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus.

Akhirnya suatu saat, Allah mencabut ruhnya dengan penuh kasih dan membawa ayahku ke sisi-Nya. Muhammad kini telah bebas dari segala penderitaan dunia ini. Dia telah melampaui derajat para Malaikat suci dan berada di bawah keteduhan kasih sayang Tuhan Pengampun dan di sisi Sang Raja yang Maha Kuasa. Shalawat, rahmat dan berkah Tuhan atas ayahku, Nabi, pemegang amanat dan hamba pilihan-Nya.

Wahai hamba-hamba Allah, kalian adalah orang-orang yang menerima perintah dan larangan. Kalian bertugas menjaga agama dan wahyu. Kalian telah menerima amanat Ilahi atas diri kalian dan berkewajiban menyampaikannya kepada umat-umat yang lain. Petunjuk kebenaran ada di tengah-tengah kalian. Sebuah perjanjian telah ditawarkan kepada kalian dan dia meninggalkannya untuk kalian. Itulah kitab Tuhan yang jelas. Al-Qur’an yang jujur. Nur dan cahaya benderang yang meliputi seluruh ufuk. Dalilnya kuat. Rahasianya terungkap. Lahirnya jelas. Pengikutnya dikagumi. Taat kepadanya adalah penghantar ke surga ridhwan. Mendengarnya membawa keselamatan. Dengannya, hujjah-hujjah Tuhan yang jelas dapat digapai. Perintah, larangan, dalil, burhan, dan keutamaan bisa dicapai.

Tuhan telah menjadikan iman sebagai pembersih kalian dari syirik, sholat sebagai pencuci kalian dari kecongkakan, zakat sebagai jalan menuju kebersihan jiwa dan kelapangan rezeki, puasa sebagai penguat keikhlasan, haji sebagai pengukuh agama, keadilan sebagai pengikat hati, ketaatan kepada kami sebagai dasar keteraturan, kepemimpinan kami sebagai penyelamat umat dari perpecahan, jihad sebagai jalan menuju kemulian dan kebesaran Islam, kesabaran sebagai penggapai pahala, amar ma’ruf sebagai perantara perbaikan masyarakat, kepatuhan kepada orang tua sebagai penghalang kemurkaan Tuhan, silaturrahmi sebagai pemanjang usia dan penambah jumlah keluarga, qisas sebagai penjaga jiwa, memenuhi nazar sebagai kunci ampunan, komitmen kepada janji sebagai penyempurna kekurangan, larangan meminum khamar sebagai pencegah kekotoran, menghindari tuduhan sebagai penyelamat kutukan, dan menahan diri dari pencurian sebagai pintu kehormatan. Allah melarang syirik demi kemurnian penghambaan.

Karena itu, bertaqwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan kalian berserah diri kepada-Nya. Taatilah Allah dalam setiap perintah dan larangan-Nya. Sesungguhnya hanya orang-orang yang mengetahui saja yang takut kepada Allah.

Wahai kalian semua, ketahuilah bahwa aku adalah Fatimah putri Muhammad. Aku berkata kepada kalian, dengan kata-kata yang dipenuhi kejujuran. Aku tidak pernah melakukan satupun tindakan yang tidak benar. “Sesungguhnya telah datang kepada kalian, seorang dari kalangan kalian yang merasakan kesusahan kalian, yang menaruh perhatian besar kepada kalian, lemah lembut dan penyayang terhadap mereka yang beriman.”

Tanyakanlah siapa orang yang memiliki hubungan dekat dengan orang itu. Dia adalah ayahku, bukan ayah satupun wanita di antara kalian. Dia adalah saudara anak pamanku, bukan saudara satupun lelaki dari kalian. Sungguh, betapa indah hubungan dekat dengannya! Dia telah menyampaikan risalah yang dimulai dengan ancaman terbuka terhadap semua berhala. Dia bangkit menentang segala bentuk penyekutuan Tuhan dan menumpas kaum musyrik. Dengan nasehat yang baik, dia mengajak kepada penyembahan Allah. Dia hancurkan berhala-berhala dan melumat habis kekuatan syirik. Sehingga cahaya terang memancar dan kebenaran terkuak.

Dia pulalah yang menjadi pemimpin dan penjelas agama sehingga bisikan-bisikan syetan menghilang, para pemuka munafikin tersingkir, dan tali pengikat kekafiran dan pembangkangan terurai. Kalian mulai menggerakkan bibir untuk mengungkapkan kata-kata tauhid penuh keikhlasan di antara orang-orang pucat pasi dan terbelit kemiskinan. Padahal, sebelumnya kalian sudah berada di tepi tebing yang curam, meminum air keruh, dan memakan bangkai. Saat itu, kalian adalah orang-orang yang terusir dan terhina. Kalian cemas menjadi sasaran kekejian orang-orang di sekitar kalian. Tuhan menyelamatkan kalian dengan perantara Muhammad, setelah melalui berbagai peristiwa besar dan kecil, dan setelah berperang dengan kaum durjana Arab dan Ahlul Kitab. “Setiap kali mereka menyulut api peperangan, Allah akan memadamkannya.”

Setiap kali syetan mengeluarkan tanduknya dan kaum musyrik mulai membuka mulut, Ali saudaranya, tampil ke depan. Dia tidak pernah kembali sebelum berhasil mematahkan dan menekuk lutut mereka dengan pedangnya. Dia tanggung semua derita demi mengharap ridha Allah. Semuanya ia lakukan untuk Allah. Dialah orang terdekat Rasul. Dia adalah pemimpin di tengah para auliya, pendamba kebaikan. Dia penuhi upaya untuk meraih keridhaan Allah. Dia tidak pernah takut akan cercaan dan hinaan siapapun. Padahal, di saat yang sama kalian hidup dalam kenikmatan duniawi. Kalian menunggu saat-saat kami mendapat kesusahan. Kalian menantikan datangnya berita buruk tentang kami.

Di saat, perang kalian memilih untuk mundur melarikan diri. Karenanya, sewaktu Allah mengangkat nabi-Nya ke puncak derajat para nabi dan orang-orang pilihan, kemunafikan muncul di tengah-tengah kalian. Agama kalian mulai lusuh. Mereka yang memendam kesesatan mulai membuka mulut. Unta-unta piaraan kaum batil mulai bersuara dan bergerak di tengah kalian.

Setan mulai mengeluarkan kepala dari tempat persembunyiannya dan memanggil-manggil kalian. Setan melihat kalian sebagai orang-orang patuh yang dapat mengembalikan kebesarannya. Lantas kalian tandai unta yang bukan milik kalian, dan kalian masuk ke sumber air yang tidak kalian miliki.

Padahal masa belum lama berlalu, luka masih belum sembuh dan Rasulullah masih belum dimakamkan. Semua itu kalian lakukan dengan tergesa-gesa dengan alasan mencegah fitnah. “Ingatlah, merekalah yang jatuh ke dalam fitnah dan sesungguhnya neraka jahannam mengepung orang-orang kafir.” Sungguh, tidak disangka kalian akan melakukan hal ini. Ada apa dengan kalian? Kemanakah kalian pergi? Bukankah kitabullah ada di tengah-tengah kalian? Perintah, larangan, dan ajaran Al-Qur’an amatlah jelas.

Apakah kalian menolaknya dan hendak menghukumi dengan selainnya? Sungguh, itulah seburuk-buruk pengganti bagi orang-orang zalim. “Barang siapa yang menghendaki agama lain selain Islam, maka tidak akan diterima darinya dan di hari akhirat dia termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi.” Kalian bermain tipu muslihat. Kami bersabar, terhadap perlakukan kalian yang bagaikan pedang dan tombak yang tengah mengoyak tubuh ini. Tapi kini tuntutan kalian bertambah. Kalian merampas hak warisku. “Apakah kalian hendak menghukumi dengan hukum jahiliyyah?

Bagi mereka yang yakin, siapakah yang lebih benar keputusannya dari Allah ?”

Hai Putra Abu Qahafah! Apakah Al-Qur’an memberimu hak untuk mewarisi ayahmu tetapi tidak memberiku hak yang sama? “Sungguh, kau telah mengatakan sesuatu yang sangat aneh”. Apakah engkau sengaja mencampakkan kitabullah? Bukankah Allah berfirman, “Sulaiman telah mewarisi Daud” Bukankah mengenai Yahya putra Zakaria, Allah berfirman, “Ya Tuhan anugerilah aku seseorang yang akan mewarisiku dan mewarisi peninggalan keluarga Ya’qub.” Allah juga berfirman, “Dan sanak keluarga sebagiannya lebih berhak atas sebagian yang lain.”

Dia berfirman, “Allah telah memutuskan untuk kalian, mengenai anak-anak kalian bahwa laki-laki memperoleh dua kali lipat dari bagian perempuan.”

Firman-Nya lagi, “Jika seseorang meninggalkan harta hendaknya dia memberikan wasiat yang baik untuk kedua orang tua dan keluarga dekatnya. Hal ini adalah hak bagi mereka yang bertaqwa.”

Di hadapan semua dalil ini, dengan alasan apakah kalian mencegahku untuk mendapatkan hak yang aku warisi dari ayahku? Seakan-akan, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan ayahku. Apakah semua ayat suci tadi diturunkan untuk menjelaskan hak kalian dan mengecualikan aku darinya?

Apakah mungkin kalian menganggap aku dan ayahku berbeda agama sehingga aku tidak berhak mewarisinya? Apakah kalian mengaku lebih tahu akan makna dan kandungan Al-Qur’an daripada ayahku dan anak pamanku, Ali? Ambillah, sampai kita bertemu di hari mahsyar.

Sungguh, Allah-lah sebaik-baik pemberi keputusan, Muhammad sebaik-baik pemimpin dan kiamat sebaik-baik tempat menuntut keadilan. Saat itu, mereka yang sesat akan merugi. Ya, ketika itu penyesalan tidak akan berguna. “Setiap berita ada tempatnya.” “Tak lama lagi, engkau akan mengetahui siapakah yang akan mendapatkan adzab yang menghinakan dan siapakah yang akan memperoleh balasan siksa yang abadi.”

Wahai sekalian Anshar, wahai para pembela agama dan pejuang Islam! Mengapa kalian diam menyaksikan perampasan hakku? Mengapa kalian tampak lemah untuk membelaku? Bukankah ayahku Rasulullah pernah bersabda, “Penghormatan kepada seseorang harus tetap dijaga terhadap anak-anaknya?”

Betapa cepatnya kalian berubah! Rasulullah telah meninggalkan kita, apakah lantas kalian juga akan mematikan agamanya? Memang kematian Rasul merupakan musibah besar yang menebar kelemahan dan mengguncang sendi. Kematiannya telah membuat dunia serasa gelap gulita, gunung-gunung menunduk, dan kehormatan tercabik.

Inilah yang diperingatkan Tuhan sebelunya beliau wafat. “Muhammad tak lain adalah seorang Rasul. Banyak rasul sebelumnya yang telah diutus. Apakah jika dia mati atau terbunuh, kalian lantas kembali ke masa lalu? Siapapun yang kembali dan keluar dari agama, hal itu tidak akan merugikan Allah sama sekali. Dan Allah akan memberikan pahala kepada mereka yang bersyukur.”

Wahai putra-putra Qeilah! Sungguh tak dapat dipercaya! Kalian diam membisu saat peninggalan ayahku dirampas di hadapan kalian. Padahal, kalian mendengar panggilan dan ajakan kami, kalian juga memiliki kekuatan, pedang, dan perisai. Bukankah sebelum ini kalian dikenal sebagai para pemberani yang berbudi baik? Kalian juga merupakan kaum pilihan untuk membela kami dan terlibat berbagai peperangan melawan bangsa Arab. Kalian tegar menghadapi segala kesulitan saat berhadapan dengan para jawara dari berbagai kaum. Selama ini kalian selalu mematuhi dan menyertai kami. Sampai akhirnya Islam tegak dengan perantara kalian. Kemusyrikan tergulung. Gelegak kedustaan mereda. Api kekufuran padam. Ketenangan kembali dan pondasi agama berdiri kokoh.

Tetapi mengapa kini kalian mundur setelah maju, lemah setelah kuat dan menjadi pengecut setelah dikenal berani? Mengapa kalian gentar menghadapi kaum yang melanggar janji mereka? “Perangilah para pemuka kekafiran karena mereka tidak memegang janji, supaya mereka berhenti dari perbuatan itu.” Ketahuilah bahwa aku menyaksikan kalian saat ini hanya menginginkan kesenangan. Kalian telah melupakan apa yang sebelumnya kalian yakini. “Meskipun kalian dan seluruh penduduk dunia menjadi kafir, sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.”

Ketahuilah, kata-kata ini kuucapkan dengan kesadaran akan adanya kehinaan yang kini menguasai kalian dan keingkaran yang mengisi hati kalian. Kata-kataku ini adalah ungkapan suara hati yang penuh kemurkaan. Ungkapan perasaaan akan ketiadaan penolong, penumpahan isi hati, dan ajakan terakhir.

Terimalah kata-kata penuh luka ini, yang mengungkap cela abadi. Cela yang bersambung dengan kemurkaan Tuhan Yang Maha Kuat dan lekat dengan api neraka yang membakar hati. Allah menyaksikan seluruh perbuatan kalian. “Tak lama lagi mereka yang berbuat zalim akan mengetahui kemanakah mereka akan kembali.”



0 comments:

Enter Your email to Get Update Articles

Delivered by FeedBurner

Random Articles

Powered by Blogger.

Recent Comments

" Pro-Log for the Light Of AT TSAQOLAIN "

  © Free Blogger Templates Cool by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP