Jibril Al Amin As di Ghadir Khum :

" Rasul (umat) ini telah mengikat perjanjian abadi setiap Mukmin yang tiada yang akan berpaling kecuali tidak Percaya Tuhan "

December 18, 2008

Pintu Hati

Sayyid Ruhullah Musawi Khomaini (qs) mengatakan :

“Sungguh sangat disayangkan orang yang pergi ke Baitullah (berhaji atau Umrah) dan kemudian bersumpah dengan nama dan sifat-sifat Allah SWT, namun ketika mereka memohon kepada Allah SWT yang mereka Harapkan adalah Keuntungan Dunia”

---

Petuah Beliau ini sarat dengan pesan yang mendalam.. sejalan dengan Firman Allah Ta’ala Dalam Al- Baqarah

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyangmu , atau berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami di dunia", dan tiadalah baginya bahagian di akhirat. (QS. Al Baqaroh [2]. 200)

---

Sandingkan Pula dengan Beberapa Riwayat :

Kala air mata tak terasa basah membaca riwayat ini…(bagaimana Mungkin Air Mata Beliau SAWW bukanlah bencana untuk kita)

Nabi SAWW pernah melihat Fathimah as berkerudung kain dari kulit onta, sedang menumbuk gandum dengan tangannya dan menyusui putranya.

Dengan air mata yang mengalir, beliau bersabda: "Duhai putriku, kau segerakan kepahitan dunia demi memperoleh kemanisan akhirat. Kemudian sayyidah Fatimah As menjawab: "Ya Rasulullah, Alhamdulillah atas segala kenikmatan-Nya dan terima kasih atas segala kebaikan-Nya." Lalu Allah menurunkan ayat: "Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas”. Q.S. Adh-Dhuhaa:5.
[ Nur Ats-Tsaqalain , 5 : 594; Mîzânul Hikmah, 3:326-327 ]

Lalu riwayat dari para Imam Maksum As

Imam Jafar Ash-Shâdiq as berkata: "Kita sangat mencintai dunia tanpa bisa meraih lebih banyak daripada yang telah diberikan-Nya. Tidaklah seorang anak Adam mendapat sepenggal dari dunia, kecuali berkurang bagiannya kelak di akhirat”. {Bihârul Anwâr , 71:81.}

Imam Jafar Ash-Shâdiq as berkata: "Nabi terakhir yang akan masuk surga adalah Nabi Sulaiman bin Daud karena kenikmatan - kenikmatan yang sudah diberikan kepadanya di dunia". {Bihârul Anwâr , 4:73.}

Imam Ali as berkata: "Setiap bagian dunia yang hilang darimu, akan menjadi harta rampasan". {Bihârul Anwâr , 14:74}

Imam Ali as berkata: "Getirnya dunia adalah manisnya akhirat dan manisnya dunia adalah getirnya akhirat dan se jelek-jeleknya kesudahan”.
{ Ghurarul Hikam :243; Nahjul Balâghah, 2: 282, Al-Hikmah, 2:343. }

Imam Ali as berkata: "Siapa yang mencari sesuatu dari dunia akan kehilangan yang lebih banyak dari yang dicarinya di akhirat." {Ghurarul Hikam, 2:221}

Dalam Kutbahnya Imam Ali mengatakan :

“Ketahuilah bahwa kekurangan di dunia dan pertambahan di akhirat lebih baik daripada kekurangan di akhirat dan pertambahan di dunia. Betapa banyak 'yang kurang', tapi menguntungkan dan 'yang banyak', tapi merugikan. Sesungguhnya, yang kuperintahkan lebih luas daripada yang kularang dan yang dihalalkan lebih banyak daripada yang diharamkan. Maka, tinggalkanlah 'yang sedikit' demi mendapatkan 'yang lebih banyak' dan 'yang sempit' demi mendapatkan 'yang lebih luas'. Sungguh rizki kalian telah dijamin, sementara (kemudian) kalian disuruh berbuat".

Jangan (abaikan) sesuatu yang diwajibkan untuk mencari sesuatu yang 'sudah dijamin'. Demi Allah, hilang sudah keraguan dan tinggallah keyakinan, sehingga yang dijamin tidaklah yang diwajibkan. Seakan-akan, 'yang dijamin' adalah mempersiapkan kalian untuk sesuatu 'yang ditentukan'.

Maka, bersegeralah untuk beramal dan takutlah pada ajal yang datang tiba-tiba. Tak seorangpun mengharap kembalinya usia sebagaimana mengharap kembalinya rizki. Rizki yang hilang hari ini, masih bisa diharapkan bertambah banyak esok hari. Sedangkan usia yang hilang kemarin tidak bisa diharap kembali hari ini. Pengharapan hanya berlaku pada yang akan datang dan penyesalan berlaku pada sesuatu yang telah lewat.

Allah SWT berfirman: 'Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam kea daan Muslim.' Q.S. Âli ‘Imrân:102". Nahjul Balâghah, 2: 282, Khutbah ke-113.

Perhatikanlah betapa Rasulullah SAWW dan Para Imam Keturunan Beliau amatlah menjauhi DUNIA..

Saat Fikiran melayang akan sebuah Riwayat Bahwa Rasulullah amat membenci Yang Allah Benci ( Dunia ), Dalam riwayat lain Rasul Yang Mulia juga telah menolak Kunci-kunci Kekayaan dunia yang Allah Tawarkan… duhai Hina benar dunia ini di sisi Allah dan Rasul NYA

Lalu kita yang mengaku sebagai umat Muhammad SAWW mengapa masih enggan mengikuti Beliau… ? serta masih saja berjibaku dalam dunia yang hanya akan kita tinggalkan setelahnya. Pagi petang, siang malam kita mengejar yang telah disediakan. Semua demi memuaskan apa yang kita sebut 'kurang'. Padahal Bekalpun belum sekalipun dipersiapkan tuk kembali padaNYA, dimana disaaat itu semua perjalanan akan terasa lebih panjang dan memerlukan bekal yang cukup.

Allah SWT berfirman di dalam surah Al-Isra’, ayat 19:

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.

Sungguh beruntung orang-orang yang mengejar akhiratnya karena kan memperoleh dunia dan akhirat, dan sungguh merugi orang-orang yang mengejar dunianya saja karena hanya memperoleh dunia….


0 comments:

Enter Your email to Get Update Articles

Delivered by FeedBurner

Random Articles

Powered by Blogger.

Recent Comments

" Pro-Log for the Light Of AT TSAQOLAIN "

  © Free Blogger Templates Cool by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP