Jibril Al Amin As di Ghadir Khum :

" Rasul (umat) ini telah mengikat perjanjian abadi setiap Mukmin yang tiada yang akan berpaling kecuali tidak Percaya Tuhan "

December 27, 2008

Tawassul

Tawassul adalah Berdoa Kepada ALLAH AWJ dengan perantara Orang yang Shaleh baik yang masih hidup, meninggal ataupun dengan Nama Maha Suci ataupun KeMaha Tinggian Dzat ALLAH Azza Wa Jalla..

Dalam teologi Wahabi, bertawassul lebih diartikan syirik karena mereka tidak bisa membedakan menjadikan orang Shaleh sebagai perantara doa kepada Tuhan dengan meminta langsung dikabulkannya doa kepada orang shaleh tersebut.

Mereka tidak dapat pula memecahkan keraguan atas tegaknya Nash al Quran dengan Teologi yang ditegakkan Junjungan mereka Ibnu Taymiyah

Surah Al Baqoroh ayat 154 : Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Karena Ibnu Taymiyah dalam banyak kitabnya telah memfahamkan pengikutnya tuk tidak melakukan Tawassul baik kepada orang mati ataupun dengan orang Hidup.

Mereka bersandar pada ayat :
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Al Mukmin ayat 60)

Tidak ada yang salah dengan ayat tersebut, hanya saja yang salah adalah pemahaman yang terlalu jumud. Karena Hakikat Berdoa hanya ALLAH tujuannya dan Janji akan diperkenankan hanya bila si Pendoa memenuhi Syarat syarat berdoa.

Tawassul lebih banyak di artikan kepada Permintaan tolong atau mohon di doakan bila orang shalehnya masih hidup. Dalam Realitas kehidupan sering manusia ber tawassul kepada dokter tuk mencari penyembuhan dari Tuhan untuk penyakit. Atau bila akan menghadapi sebuah hajat dan maksud dalam keseharian manusia kerap meminta bantuan dari manusia lainnya entah dalam bentuk doa ataupun dalam bentuk bantuan pertolongan.

Hampir semua orang melakukan 'minta tolong' / 'mohon bantuan' dari manusia lainnya.
dan semua itu adalah bentuk dari tawassul ( meminta tolong dalam arti luas )

Contoh Tawwasul :
Fulan, ana minta bantuan tuk sampaikan amanah ini kepada si Fulan.

Dengan Ketinggian NamaNya
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang..
serta banyak lainnya.

Tawassul dikenal dan diamalkan Oleh Para Sahabat
Dari Shahih Tirmidzi di nukilkan bahwa dahulu ada seorang Buta yang datang kepada Nabi SAWW, ia mengadukan kondisinya yang buta dan tidak adanya orang yang menjadi pembimbing jalannya.

Saat ia mengadukan Kepada Nabi Suci SAWW, Nabi SAWW bersabda "ambillah wudhu dan dirikanlah sholat 2 rokaat, lalu berdoalah : Ya ALLAH, dengan Keutamaan Muhammad (SAWW) anugerah Alam semesta, saya bertawassul dengan Nama Muhammad (SAWW) Mohon sembuhkanlah penyakitku dan kembalikanlah penglihatanku"

Usman bin Hunaif melaporkan masih dalam sanad yang sama dan dari Jalur Anas dengan sanad bersambung : Sang Buta Alhamdulillah di sembuhkan Oleh ALLAH Azza Wa Jalla.

Riwayat ini dikenal sebagai riwayat yang kuat dari Sisi Ahlusunnah dan ke utamaannya bertawassul disepakati semua ulama Utama Ahlu Sunnah dan Syiah kecuali Wahaby karena Kelompok Lepas ini menyatakan bahwa Tawassul termasuk bidah.

Sekaitan dengan Dialog Ibnu Taymiyah dan Ibnu Attailah..
perkataan Ibnu Taymiyah yang menyanjung atau berharap umat seperti Ibnu Ata'ilah kerap didengar oleh ulama ulama lainnya, sayangnya ia tidak membawa dirinya tuk menjadi lurus atau setidaknya mengikuti Ibnu Atailah.... Silahkan khalayak putuskan sendiri apa definitif darinya

Tengok saja Komentar Ibnu Bathuthah mengenai Ibnu Taymiyah ; "Ilmunya tinggi, namun ada yang tidak beres dengan akalnya"

dalam redaksi lain : "Akalnya melebihi Ilmunya"

karena dari lisannya dan dari kitab kitabnya hadir banyak ilmu yang menurutkan keinginannya mengartikan sendiri saja. Walaupun diakui bahwa Ibnu Taymiyah bermahzab Hambali namun kitabnya memuat teologi teologi aneh seperti ALLAH berbentuk manusia, mempunyai Tangan, mempunyai mata dan memiliki indera sama seperti manusia.

Inilah maksud dari ucapan Ulama Sunni lainnya mengenai pribadi Yang mempelopori gerakan wahabiyah. Bahwa Ibnu Taymiyah tidaklah layak bergelar Syaikh al Islam

Pertentangan mengenai Tawassul dalam Ahlusunnah dan Syiah tidak pernah saya temui dalam kajian saya mengenai subyek ini. Pertentangan tajam dan meruncing hanya muncul dari Wahaby

Karena teramat mudahnya mereka menghukumi segala sesuatu bid'ah dan Syirik.

Sebuah Hadist mutawatir menguatkan bahwa masih berlakunya Tawassul melalui orang sholeh yang telah wafat

Ibnu Abbas pernah bertawassul dengan Amirul Mukminin Ali AS yang telah wafat 28 tahun silam dimasa Ibnu Abbas tersebut.

ia berkata " Ya ALLAH, saya bertawassul dengan wilayah amirul MukmininMu Ali bin Abi Tholib AS"

Dan memang syariat ini tidak dihapuskan walau sebagian menganut pemahaman berbeda.
Tapi inilah segala perbedaan sebagai ajang kita menjemput RidhoNYA



0 comments:

Enter Your email to Get Update Articles

Delivered by FeedBurner

Random Articles

Powered by Blogger.

Recent Comments

" Pro-Log for the Light Of AT TSAQOLAIN "

  © Free Blogger Templates Cool by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP