Jibril Al Amin As di Ghadir Khum :

" Rasul (umat) ini telah mengikat perjanjian abadi setiap Mukmin yang tiada yang akan berpaling kecuali tidak Percaya Tuhan "


December 31, 2008

Antara Padang Karbala dan Gaza

3 Muharam

Malam merangkak mendekati pertengahannya..
sementara biru padu menelisik hati..

Saat bunyi sirine meraung raung di belahan bumi lain..
di waktu yang sama kibasan penghancur menghantam sang pencakar langit..

Hati serasa pedih..
Jiwa terasa terbakar amarah..

Tanpa bisa berbuat banyak
Tanpa mampu melakukan apapun..

Situasi ini mirip dengan 14 abad silam saat bala tentara yazid (LA) mengisolasi Karbala

Sungai Eufrat yang menjadi detak kehidupan Kuffah dan sekitarnya terlarang untuk keluarga suci..

Bila binatang saja boleh meminumnya tapi mengapa Mereka tidak..

Sementara dibalik bukit nainawa, Umar putra Saad bin ABi Waqash (Sahabat Setia Nabi saww) telah meng organisir pasukannya tuk bergerak ke karbala bergabung dengan pasukan Al Hurr.

Bergelombang jumlah mereka, 73 Khafilah suci di hadapi oleh puluhan ribu pasukan terkutuk.

Dibawah pimpinan Umar putra Saad bin Abu Waqash. Para durjana ini pun telah mengisolasi Keluarga suci dari mendekati Eufrat.

Wajah wajah berpenampilan Muslim berhati iblis ini telah mengundang Imam Suci As, namun mereka pula telah menggadaikan Baiat mereka dengan sebuah harta upahan Ubaidillah bin Ziyad atas komando Yazid bin Muawiyah (LA)

Ya..!!
Baiat mereka telah digadai dan ke syiahan mereka telah dicabut tergantikan iming iming harta Dunia yang menghinakan..

Kelak ALLAH AWJ akan membalas mereka sebagai Bahan bakar kekal dineraka..!!

Surya Pagi pun menyingsing di ufuk 3 Muharam..
Disaat inilah Imam Suci As dan Sebagian Sahabat al Husein As masih terus berupaya menyadarkan mereka yang telah sesat dalam fatamorgana kehinaan..

Zuhair bin Al Qain maju dan mencoba menjalankan Ushwah Nabi Suci Saww dengan mengingatkan mereka yang berhati durjana dengan landasan Muslim adalah bersaudara dan saling mengingatkan adalah bagian tugasnya.

Namun hati telah membeku..
Gemerlap harta telah membuta mereka
Bila baiat saja telah mereka gadaikan
Apa mungkin mereka akan mendengarkan nasihat dari saudara Muslimnya..

Buhair al khudhair, Muslim bin Ausajah, Said bin Abdullah al Hanafi, Basyir al Hadrami, Abdurahman bin Abdi Rabbih al Anshari dan sahabat setia al Husein As lainnya terus berupaya mengingatkan Para penghianat Kuffah berhati licik.

Namun Umar putra saad bin Abi Waqash bersama tentara durjananya telah menghitam hatinya. dan tiadalah mereka akan mendengarkan Sahabat Husein As..

Hingga senjapun merangkak naik pada malam 4 Muharam..

Semerbak mahdah mengalun lembut dari kemah kemah Suci menemani malam yang menjadi saksi akan blokade karbala..

Sudah seharian ini..
Persediaan air menipis di kantung kantung burdah kemah karbala..
sementara Pasukan Umar tidak mengizinkan satupun dari anggota rombongan suci yang boleh mendekati Eufrat..

Semakin larut...
Kesiagaan semakin ditingkatkan..
detik detik pertempuran tiada sebanding akan segera di gelar..

--

situasi ini mirip dan terulang di gaza..
entah kebetulan atau telah direncanakan, Mereka mengisolasi gaza dari semua kebutuhan hidup.

Persiapan perang terbuka pun telah rampung di semaikan..
Tentara tentara Zionist dan Pribadi muslim Yazid (LA) telah terinspirasi Karbala mengikuti langkah langkah Umar bin Saad bin abi waqash dan menggadaikan persaudaraan mereka atas muslim lainnya dengan iming iming harta.

kehancuran mereka yang Zhalim hanya akan menunggu waktu..
Dan walau di isolasi sedemikian rupa tidaklah membuat pejuang gaza semakin lemah..
malah sebaliknya, mereka semakin kuat karena Iman semakin berpedar di hati..

sama seperti sahabat sahabat al Husein As yang walau ditekan dan di intimidasi mereka tetap membara kerinduan akan syahadah..




Read more...

Kritik atas Dogma Ummayah


Sebagian orang lebih memilih menyerahkan pada takdir dan menutup diri dari makna makna berpedar peristiwa karbala.

Mereka 'agak' mempersoalkan ratapan atas Syuhada karbala. Sungguh sangat mengherankan..

Nabi Yaqub As menangis atas hilangnya Yusuf As, sementara Keluarga Nabi Saww tidak boleh diratapi karena kehilangan Akbar Pribadi Agung Putra Suci Rasulullah Saww..

Hilangnya Yusuf menimbulkan ratapan Yaqub As.
Sementara Putra Nabi di sembelih kita tidak boleh meratap..

Dan apakah bila darah daging mereka di mutilasi mereka akan terbahak seraya berkata inilah takdir...

Sungguh sangat mengherankan...

Sedang Nabi suci Saww Bersabda : Tidak disebut mencintaiku sebelum melebihi Kecintaan atas keluarga suciku

Bagaimana kami tidak meratap sementara Putra Nabi di Zholimi..

Dibagian Lain..
Nabi Suci menangis kala mengenang dan ingat karbala pun saat mendekati assyuro..
namun kita dizaman ini lebih memilih berpuasa dengan landasan "banyak cara mengekspresikan kecintaan pada Al Husein As"

Cara yang bagaimana yang dianggap terbaik mengalahkan Sunnah Nabi Nya Saww..?

Apakah dengan cara mengadakan majelis Asyuro (mengenang Karbala) sesuai tuntunan Nabi Suci Saww ataukah dengan berpuasa dengan aturan sendiri...

--

Syahidnya Al Husein As bukan sekedar tuk diratapi dan ditangisi namun harus difahami bahwa perjuangan beliau bukan sekedar takdir lalu syahid.

Tangisan Nabi suci Saww juga bukan sekedar tangisan ratapan..
Beliau Saww adalah Ushwah sejati dimana seluruh Nabi As bersaksi atas Beliau Saww.
sudah pasti pula apa yang dilakukan Nabi Saww pastilah memiliki Makna terdalam dan bukan sebuah kesia sian

Mengembalikan semua kepada ALLAH adalah sebuah aturan jelas, namun kita harus juga mengamini, bahwa perjuangan perjuangan para pendahulu islam ada yang murni ada juga yang berbalut fatamorgana..

Disini timbul pertanyaan mendasar, bagaimana menempatkan sesuatu yang haq diatas yang bathil?
apakah dengan berdiri diantaranya? (baca Syubhat)

ketika agama di sandarkan pada pengaburan, tiadalah ada kemuliaan didalamnya kecuali simbol dan rutinitas semata. Bukankah ALLAH AWJ hanya menerima amalan sesuai syariatNya.

Kebangkitan Imam Husein as telah membuka semua gerbang Kebaikan di Muka bumi dan membuat para pencari Haq mengenali haq itu sendiri.

"Aku bangkit untuk memurnikan Agama Kakekku"

Saat agama telah rusak oleh para pemimpin yang tidak mengenal agamanya, adalah kewajiban semua mukmin tuk bangkit berdiri melawan kebathilan.

contoh saja, dimasa ini..
kalo bukan karena teladan Imammul Husein As Syahid As, tiadalah mungkin saudara Hizbullah kita terpanggil membela Gaza, dimana saat lainnya yang berfaham -serahkan takdir- hanya mampu menjadi penonton dan pengecam.

Serahkan pada Takdir, kalo terjadi maka terjadi..
berpangku tangan lah.
Makna ini amatlah kurang pas disandingkan dengan esensi ISLAM.

Kecintaan memang dihati..
namun ingatlah Rasulullah Saww bersabda dan meminta umatnya mawaddah pada Keluarganya Al Qurba suci

As Syuura ayat 23 :
Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang pada dzil qurba

Disini Nabi menggunakan kata mawaddah, sebuah posisi yang lebih tinggi dari Mahabbah.
karena Mawaddah pasti mencintai (didalamnya ada ketaatan) sementara Mahabbah hanya berporos pada zohir semata dan berakhir pengakuan.

Saya teramat yakin bila ditanya semua orang tidak ada yang tidak akan menjawab "saya tidak mahabbah keluarga Nabi"

Namun pernahkan mereka bertanya pada diri mereka sendiri, "apakah saya telah mawaddah?" (minimal menempuhnya). Niscaya tidak mudah menjawabnya.

Disinilah letak urgensi bahwa Muharam bukan sekedar amalan berbungkus kemuliaan, namun Muharam adalah Bulan dimana Nabi ALLAH SAWW terluka dan berpilu saat kabar demi kabar beliau terima akan Cucu kinasihnya..

--

Pada peristiwa Karbala Ada banyak teladan didalamnya.

salah satunya, mengapa Imam Suci As membawa keluarganya?
agar menjadi saksi nyata bahwa Kezoliman tetap exists sepanjang pedaran Haq.

Agar pula menjadi saksi nyata bahwa para pribadi tidak baik kerap dijadikan Pemimpin bagi agamanya, bukankah al Quran telah menegaskan bahwa kita tidak bisa asal mengambil pemimpin

QS Al Qashash ayat 41 :
Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.

saat kita ditanya siapa pemimpin mereka yang menyeru kedalam neraka, jelas jawabannya bukan non Muslim
karena Muslim haram dipimpin Non Muslim.
Pastilah ayat ini menjabarkan ada pribadi tidak baik dalam Internal Islam..

Jawabannya harus kita gali dari Khasanah Peninggalan Islam dan berhenti menyerahkan pada takdir dimana berujung pada penyalahan atas takdirNya.

Ali Imran ayat 190 :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal

Dengan memahami esensi ISLAM yang sebenarnya dan bukan sekedar..
Biarkan terjadi yang pasti terjadi...
--

Pada Sebagian orang memaknai bahwa bulan ini adalah bulan hijarah..
maka makna serupa bisa kita terapkan kedalam sanubari yang terbenam kecintaan pada Nabi Suci Saww.

Hijrah dari akidah Yazid (LA) kepada Akidah Suci Imam Al Husein As
mengganti Akidah yang berkarat dengan Akidah kemurnian Muhammaddi..

--

Meratapi Al Husein bukan ratapan pilu tanpa makna..
Namun Meratapi beliau yang syahid bersama para keluarga suci dan sahabat setianya adalah sebuah pelajaran tuk berlepas diri dari musuh musuh Akidah..

Mengandung makna bahwa Wajib hukumnya bagi setiap pribadi Muslim untuk memurnikan hatinya. Dan Mahabbah belum pasti mawaddah, namun mawaddah telah pasti mahabbah, sebuah jalan dan maqom berliku yang hanya para alim rabbani yang mampu meraihnya..



Read more...

Muharam adalah Bulan duka

Puasa adalah syariat agung ALLAH AWJ, Puasa adalah bentuk dari ekspressi kebahagiaan.

Namun Muharam adalah bulan duka keluarga Nabi Saww, dan tidak sepantasnya kita berpuasa (sebagai bentuk bahagia) dihari Cucu Nabi Saww di bantai dan di Hinakan..

Bagi pengikut ahlul bayt suci, amalan terbaik dihari itu adalah menahan makan dan minum tanpa berniat shaum hingga akhir ashar, dan berbuka dengan makanan sederhana, bukan dengan makanan makanan lezat demi menghormati para syuhada karbala..

Selainnya adalah membaca doa Ziarah dan berbara'ah (berlepas diri) dari Musuh musuh Imam Suci As.

--

Selama Turun temurun, berabad abad metamorfosa hadits bertebaran menutupi Duka dan cahaya Kesedihan langit atas Karbala..

Hingga Khalayak hanya kenal Puasa dari Menangis..
Lebih faham bahagia diatas duka NabiNya...

Tingkat demi tingkat pengaburan dibangun diatas faktual karbala..
semua demi menjauhkan Umat dari Wasiat Suci Nabi Saww..

Puasa Musa lebih mereka gaungkan dari Kehausan Rombongan Suci Karbala..
padahal Nabi Saww saat Tasu'a (9 Muharam) tiadalah tampak gurat bahagia di wajahnya..
Hari hari Beliau 2 bulan sebelum Beliau Wafat diisi dengan menangis dan berduka..

Madinah berduka..
Para Sahabatpun menangis pilu bada' Nabi Saww menerima Kabar dari Jibril as bahwa Cucu Nabi Tercinta akan terbunuh oleh 'mengaku' umat Rasulullah Saww di padang karbala

Nabi Musa dalam sebuah riwayat diperintahkan ALLAH AWJ tuk menjumpai Nabi Khidir As, dalam perjumpaannya Nabi Khidir As pun mula mula menjabarkan detil tentang ikhwal Karbala...

hingga keduanya pun menangis tersedu sedu..
Mereka menangis karena Cucu mereka nantinya akan dibunuh secara keji...

Riwayat lain :

Ketika usia Imam Husein mencapai dua tahun, Nabi saww keluar untuk suatu perjalanan. Sesampainya di suatu tempat, beliau berhenti dan mengucapkan "innaa lillahi wa inna ilaihi raji'un". Para sahabat bertanya tentang sebab ucapan beliau itu. Beliau menjawab, "Inilah Jibril as, memberitakan kepadaku tentang suatu tanah di tepi sungai Furat yang bernama Karbala.

Di situ akan terbunuh cucuku Husein putra Fatimah." Mereka bertanya, "Siapakah yang akan membunuhnya wahai Rasul Allah?' Beliau menjawab, "Seorang lelaki bernama Yazid. Allah tidak akan memberkatinya. Sekarang ini seolah aku menyaksikan peristiwa tersebut dan tempat ia dimakamkan. Sedangkan kepalanya telah dijadikan sebagai barang hadiah. Demi Allah, tak seorang pun yang menyaksikan kepala anakku ini, kemudian ia merasa senang akan hal itu, maka Allah akan menolak agamanya."

Setelah itu Rasul Allah saww kembali dari perjalannya dalam keadaan sedih. Kemudian beliau naik ke mimbar dan berkhutbah memberikan nasehat-nasehat. Sementara itu Husein as berada di depan beliau bersama Hasan. Setelah selesai berkhutbah, beliau meletakkan tangan kanan beliau di kepala Husein dan menengadahkan kepala ke langit, dan berkata,

"Ya Allah, aku Muhammad, hamba-Mu dan Nabi-Mu, dan kedua anak ini adalah keturunan terbaikku, buah hatiku dan pewarisku setelahku. Ya Allah, Jibril telah memberitahuku bahwa anakku ini akan terbunuh dan terhina di dunia. Ya Allah berkatilah aku dalam kematiannya, dan jadikanlah ia sebagai pemimpin para syuhada. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, janganlah Engkau berkati pembunuh dan penghinanya …

Al Nabi Saww qola : "Innal Hasana wal Husain Sayyida syababi Ahlil Jannah", Sungguh Hasan dan Husain adalah dua pemuka pemuda sorga.

Ibnu Hajar mencatat dalam kitabnya at-Tahzib riwayat Ummu Salamah : "Suatu hari Hasan dan Husain sedang bermain di rumahku, di hadapan datuknya Rasulullah saw. Tidak lama berselang, malaekat Jibril datang. Dia berkata sambil menunjuk ke arah Husain, "ya Muhammad, kelak ummatmu akan membunuh putramu ini. Mendengar itu Nabi kemudian menangis. Dipanggilnya Husain dan dipeluknya erat-erat ke dadanya. Kemudian Nabi memanggilku, kata Ummu Salamah, dan memberiku sebongkah tanah. Setelah mencium bongkahan tanah itu, Nabi berkata, "ya Ummu Salamah, di tanah ini ada bau Karbun wa Bala'. Kelak apabila ia berubah menjadi darah, ketahuilah bahwa di saat itu putraku ini syahid bermandikan darah.'

--

2 Muharan 61 H
Rombongan Suci Imamul Husein As Syahid As sampai di padang karbala..

bada mendirikan tenda dan memanggil semua sahabat setianya imam suci berkata : " Disinilah ALLAH akan menguji kita, disinilah Syahadah akan menyambangi kita.. "

Kemurnian Islampun akhirnya berpedar karena revolusi Suci Putra Nabi Saww.
Ketaatan pada pemimpin Zhalim adalah sebuah kehinaan.

Kebangkitan Revolusi Imam Husein As adalah kebangkitan Haq tuk memurnikan Agama Muhammadi warisan Nabi Agung Saww

Imam Husien As mengatakan: "Ya Allah! Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Tahu bahwa gerakan, kebangkitan, protes, perlawanan dan peperangan, semua ini bukanlah untuk memperebutkan kekuasaan seseorang, bukan untuk meraup harta dan perolehan duniawi, bukan pula atas dasar kerakusan dunia, melainkan untuk mengembalikan ajaran-ajaran agama-Mu, untuk mewujudkan perbaikan di bumi-Mu, agar hamba-hamba-Mu yang tertindas merasa aman dan supaya ditegakkan kembali hukum-hukum-Mu yang terabaikan".

Bandingkan dengan ini :

Umar bin Sa'ad tentara Yazid (LA atas keduanya) Ketika ditanya oleh Imam Husein as, di hari Asyura, apa sebab ia memerangi beliau, ia menjawab, "Aku memerangimu demi memperoleh jabatan di kawasan Rey dan ladang serta kebun-kebunnya."

Atau bandingkan dengan peristiwa silam atas perampasan hak keluarga Nabi..

Ahlulbayt Suci bangkit tuk memurnikan Agama Haq
sementara lainnya Hanya bangkit tuk tujuan sesaat.

Salam duka atas bulan Duka Kekasih ALLAH AWJ..
Salam duka atas karbala..
Tiada Hari seperti harimu Ya Aba abdillah...

Read more...

Imam Husein As yang dicintai Isi Langit dan Bumi



Nun jauh disana tampaklah sepasukan Bala tentara Langit dengan persenjataan Tongkat dan tombak berkendara Kuda Kuda nan indah datang menghampiri rombongan Suci saat tak jauh meninggalkan Kota Suci Mekkah.. Bala tentara Lagit ini pula lah yang dahulu pernah datang ke Badar sehingga Kaum Muslimin memetik kemenangan besar atas kaum kafirin.

Mereka berkata :

'Wahai Hujjah ALLAH atas HambaNya setelah Kakek, ayah dan Abangnya! ALLAH SWT menitipkan salam kepadamu dan mengutus kami untuk menyertaimu dalam perjalanan ini dalam izinmu seperti kami dahulu pernah membantu Kakekmu dalam Badar'

Imam Suci As Syahid As menjawab : "Kita akan bertemu di Karbala, saat aku telah Syahid. Bila aku telah sampai disana temui aku"


Malaykat pun berkata : 'Ya Hujjatullah... Kami diutus ALLAH SWT tuk mematuhi Perintahmu dan memenuhi kata katamu'

Setelah pertemuan ini Imam pun melanjutkan perjalanannya...

selang tak berapa lama setelahnya, sekelompok Pasukan bersenjata lengkap lainnya datang menghampiri rombongan Suci, mereka ternyata adalah sepasukan jin mukminin, mereka berkata :

'Wahai putra Rasul.. kami adalah para pengikut dan pembelamu, jika anda perintahkan, kami dapat membunuh semua musuh musuhmu dan membantai mereka tanpa engkau perlu bersusah payah berperang'

mendengarnya Imam Suci As berkata :

"Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar juga ke tempat mereka terbunuh (ali Imran : 154).

Jika aku berdiam diri disini bagaimana mahluk terkutuk itu diuji? Dan siapakah yang akan menempati kuburan yang telah ALLAH tetapkan untuk aku tempati dihari Dia membentangkan Bumi ini dan menjadikannya tempat berkumpul bagi para pecintaku.

Disanalah amal ibadah dan sholat mereka diterima. Disanalah doa mereka akan dikabulkan. Tempat yang menjadikan jiwa para syiah kami tenang dan tentram juga tempat yang memberikan rasa aman di dunia dan di akhirat.

Tapi datanglah kalian hari sabtu (saat Imam terbunuh, riwayat lain mengatakan hari jum'at). Hari dimana tidak ada seorangpun dari keluarga dan keturunanku yang dikejar kejar. Lalu kepalaku akan di kirimkan kepada yazid bin Muawiyah (Laknatullah)"

Pasukan Jin muslim pun berkata : 'Wahai kekasih ALLAH dan Putra Kekasih ALLAH, jika saja perintahmu itu tidak wajib untuk ditaati dan kami diperbolehkan untuk menentangmu, maka keputusan itu akan kami tentang dengan membunuh semua musuh musuhmu'

"Demi ALLAH, kami dapat lebih melakukannya dari kalian, hal ini dimaksudkan agar yang binasa dengan keterangan yang nyata dan yang hidup dengan keterangan yang nyata pula" Jawab Imam Husein As dengan tegas

dan Rombongan Suci pun melanjutkan perjalanannya ke Karbala..
Tempat dimana Kesucian Bany Hasyim akan tumpah dan Putra Putri Terbaiknya di Nistakan serta di tawan.

(terjemahan bebas dari Maulidu al Nabi Saww Maulidu Al Aushiya As dari sanad Imam Jafar As Shodiq As)

Note :
Subhanallah..

Saat dikutip teks ini..
Semilir lembut gerimis mengguyur semesta...
salam duka atas Muharam...

La Hawla Wala Quwata Illa billa...

Read more...

December 30, 2008

2 Muharam awal Hari Duka



2 Muharam...
Sampailah Imam Suci As dan rombongan di sebuah tempat tak jauh dari eufrat .. Karbala..

Setelah berangkat dari Mekkah saat subuh di penghujung bulan Dzulhijjah.. melalui :
> Tam'in
> Zatu Irq
> Syuquq
> Khuzaimiyyah
> Tsalabiyyah (disini Imam sempat beristirahat saat matahari telah meninggi)
kemudian beliau melanjutkan perjalanan kembali hingga menuju Zubalah; Dikota inilah Imam Mulia As menerima kabar mengenai syahidnya Muslim bin Aqil
> Zubalah
> Waqishah
Di bukit Dzi Hasam (wilayah Kuffah) Imam Suci As bertemu dengan pasukan Al Hurr sebuah pasukan yang diutus Gubenur Kuffah - Ubaidillah bin Ziyad - tuk mempersempit gerakan Rombongan Imam Husein As.

Karena pertemuan inilah Rombongan Suci tersebut menempuh Jalan memutar menuju kota Kuffah melalui
> Qadisiyyah
> Adzibu al Hajanat
> Mughitsah
> Nainawa
> Karbala

Sampailah Rombongan Suci di sebuah tepat bernama Karbala pada Hari ke 2 Bulan Muharam, Karb artinya tanah, bala artinya duka

Imam Suci As berhenti dan bertanya kepada sahabat Beliau dan dijelaskan bahwa Tempat ini bernama Karbala.

mendengar ini pun Imam Suci As berujar : " Ya Allah... Aku berlindung kepadaMu dari Karb dan Bala (petaka dan Musibah)

Beliau As pun berkata kepada rombongan Suci tuk berhenti dan membuat tenda.

"Turunlah kalian semua, Disinilah kita harus berhenti, karena di tempat ini sesuai kabar dari Datukku Saww bahwa di tempat inilah kuburan kita"

Seraya mempersiapkan segalanya Imam As berujar :

"Duhai Masa!, Kau bukanlah kawan sejati, kau hanya berputar antara pagi dan petang antara pencari dan kawan dan yang dibantai massal, Kau tak kan pernah puas dengan pengganti. Semua urasan hanya ada ditangan Illahi, Semua yang hidup pasti akan mati, Alangkah dekatnya waktuku untuk segera pergi ke surga tempat istirahatku yang abadi"



Read more...

Adam As bertawassul dengan Nur Suci Ahlu Kisa As

Alhamdulillahhi Robbul Alamin atas segala NikmatNYA yang berpedar dibumi dan diambil manfaatnya bagi yang tidak membutuhkan sekalipun..

Allohumma Sholli ala Muhammaddin Wa Aali Muhammad at Thoyyibinna Thohirin
amma baad'

Qs Al Maidah ayat 16 :
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Sesungguhnya Kitabullah dan Itrah AhlulBayt tidak akan berpisah hingga yaumul Akhir.. (Hadist Mutawatir)

Dari Kitab Ibnu Hajjar As Qalani - Lisannu Mizan Juz 3 : 346, ia meriwayatkan sebuah Hadist :
Konon, 2000 tahun sebelum penciptaan Nabi Adam (as) ALLAH SWT telah menciptakan 5 Cahaya Suci yaitu; Al Musthofa SAWW, (Imam) Ali kw, Sayyidah Fatimah (AS), (Imam) Husein (AS), (Imam) Hasan (AS).

Dalam Dur Manthur, Suyuthi di kutip secara garis besar, Dialog Nabi Adam AS dengan ALLAH SWT

Nabi Adam AS : Ya ALLAH, apakah Engkau menciptakan manusia sebelum aku..?
ALLAH SWT berfirman : Tidak, wahai adam..

Lima Cahaya Yang berpedar diatas itu, siapakah ya ALLAH ?

ALLAH SWT : Mereka itu kekasihku dan nama namanya diambil dari NamaKU, Doamu akan ku kabulkan bila kau sertai dengan bertawassul pada mereka

(ALLAH Azza Wa Jalla pun mengajarkan Nabi Adam AS cara bertawassul)

Ya Hammid bi haqqi Muhammad
Ya Ali bi haqqi Ali
Ya Fathir bi haqqi Fatimah
Ya Muhsin bi haqqi Hasan
Ya Qadhimul Ihsan bi Haqqi Husein

Demikianlah Tawassul telah di ajarkan oleh ALLAH Awj kepada Nabi Adam As penghulu Para Manusia. Yang dalam riwayat selanjutnya dijabarkan Bahwa Nabi Adam As bertawassul kepada Rasulillahi Saww

Dikisahkan bahwa tatkala Nabi Adam as dikeluarkan dari surga, ia memohon ampun kepada Allah atas perbuatannya. Dalam permohonannya itu, ia bertawassul melalui Nabi Muhammad SAWW: "Ya Allah, melalui kebesaran Muhammad, aku mohon ampun padaMu kiranya Engkau ampuni dosaku."

Allah Swt bertanya kepada Adam, "Dari mana kamu tahu Muhammad padahal Aku belum menciptakannya (sebagai Manusia)?"

Adam berkata, "Tuhanku, ketika Engkau ciptakan aku dengan tanganMu dan Engkau tiupkan ruhMu dalam diriku, aku mengangkatkan kepalaku dan kulihat di pilar pilar Arsy tertulis Lâ ilâha illallâh Muhammad Rasûlullâh. Aku tahu Engkau tidak akan menyertakan nama hambaMu kepada namaMu kecuali yang paling Engkau cintai."

Allah Swt berfirman, "Engkau benar, Adam. Muhammad adalah hamba yang paling Aku cintai. Dan karena engkau memohon ampun melaluinya, maka Aku kabulkan permohonanmu. Hai , kalau bukan karena Muhammad, Aku tidak akan menciptakanmu."Riwayat diatas diatas adalah sebagian kecil dari keutamaan Tawassul.

Dalam Kitab lain di cantumkan riwayat :

Ya ALLAH, Mengapa setiap kali aku bertawassul dengan nama Husein, aku selalu menangis dengan air mata yang tak terbendung ?

ALLAH SWT : Wahai Adam, Husein adalah KekasihKU, juga salah satu dari cucumu yang kelak akan di aniaya, disembelih dengan cara yang keji di Karbala

Spontan Nabi Adam AS pun menangis tersedu seraya mengutuk pelakunya..

(Ar Rawandi)

Demikianlah Setiap Nabi Yang ALLAH Utus selalu dikabarkan Cucu Mereka yang akan DI Hina kan di Padang Karbala. Dan Begitu pula Keadaan Para Nabi Mulia, Beliau Beliau selalu menangis seraya mengutuk pelaku Kejam tersebut..

**

5 Nur Suci ini tidak akan pernah kita temui dalam kajian umum dalam masyarakat umum olahan Bany Ummayah.. sehingga banyak dari kita kadang tertawa, heran, bingung ataupun mungkin menolak habis sebelum faham.

Mereka terlalu takut untuk menemui kenyataan indah.. sehingga asal patetik (logis), mereka tempatkan pada garis depan dalam agama ini.

Hati itu ibarat wadah, bila wadah telah ditutup (hijab) maka segala apapun yang akan mengisi wadah tersebut tidak akan berhasil..

maka Hijab penutup Wadah Ilmu ini pun harus kita lepaskan dahulu bila ingin mengenal "keindahan Islam" dan mengisi Wadah tersebut dengan sifat Rahmah..

"Aku hadir untuk menyempurnakan Akhlak tul Karim (Rahmah)" [Al Hadist]

Allohumma Sholli ala Muhammaddin Wa Ahli Baythi At Qiya,
Wassalammualaykum Wa rohmah.. Ya Karim..


Read more...

Dan Perjalanan Suci Pun dimulai


Tanggal 3 Dzulhijjah Imam Husein As dan Khafilah Syuhada meninggalkan mekah..

Setelah tinggal disana selama 4 bulan sejak Syaban. Muslim bin Aqil pun sebelumnya telah di minta tuk menyambangi Kufah sambil melihat keadaan.

Selama itu pula ratusan surat surat penduduk Kuffah mengalir kepada Beliau As..
Semua menyatakan dukungan dan mengharapkan Kedatangan Beliau As..

Saat itu kabar mengenai terbunuhnya utusan beliau Muslim bin Aqli belumlah sampai kepada Beliau. Karena di saat yang sama Imamul Husein As dan rombongan meninggalkan Mekah..

Khotbah dihadapan penduduk Mekah sebelum keberangkatannya...

"Maha Suci ALLAH...
Segala sesuatu terjadi atas kehendakNya. Tiada kekuatan kecuali dengan izinNya. Shalawat dan salam ALLAH atas RasulNya. Maut adalah sesuatu yang melingkar pada manusia bagai seuntai kalung dileher seorang dara. Betapa rindunya aku untuk segera berjumpa dengan para pendahuluku melebihi rindunya Yaqub As kepada Yusuf As.

Sebaik baik hal adalah kematian yang akan kualami, Aku dapat menyaksikan badaku dicabik cabik oleh srigala srigala buas padang pasir disebuah tempat diantara Nawasis dan Karbala. Mereka lalu mengisi penuh kantong kantong mereka yang kosong. Tak ada lagi tempat pelarian dari kejaran takdir.

Ridho ALLAH adalah Ridho kami Ahlulbayt. Kami akan tabah dalam menghadapi segala cobaan dan ujianNya seraya berharap ALLAH akan memberikan PahalaNya yang besar kepada Mereka yang sabar. Daging yang bersal dari Rasulullah SAWW tidak akan berpisah darinya. Tapi sebaliknya akan berkumpul dengannya menjadi satu dihadapan ALLAH AWJ, Tuhan yang Maha Suci. Beliau Saww akan bergembira melihat mereka dan melalui merekalah semua janjinya akan terpenuhi.

Barang siapa yang siap mengorbankan jiwa raganya demi kami dan ingin segera berjumpa dengan ALLAH, segeralah bergabung dengan kami. Karena esok Pagi Aku akan segera berangkat. Insya ALLAH..!!"

Inilah epik perjalanan bermula..
penegasan bahwa Beliau As akan segera bertolak ke Kuffah, sebuah kota dimana dalam menujunya, Takdir ALLAH Awj menghendaki Imam Syahid dalam perjalanannya.

Disaat yang sama, turun Pasukan Malaykat yang sama yang pernah membantu Datuknya Saww di badar dan menawarkan bantuan sebagai anggota kafilah..

Imam Suci As berkata : " ALLAH berkehendak menyaksikan Aku Syahid, dan Bila bukan karena Takdir ALLAH menghendaki aku syahid di sana akan aku perangi mereka dengan bala tentara langit ini, akan tetapi disanalah Pusaraku dan hanya Putraku Ali yang akan selamat (sebagai penerusku)"

Setelah sebelumnya menjelang subuh, An Nabi Saww menyambangi Imam Suci dan Beliau yang Suci Saww bersabda :

"Anakku Husein, Pergilah.. karena Allah berkehendak menyaksikan engkau syahadah terbunuh, dan melihat Putra Putrimu di seret sebagai tawanan"

Usai Subuh di hari 3 Dzulhijjah tahun 60H beliau bertolak dari Mekah. Kota pertama yang menjadi saksi Beliau As.

....




Read more...

Mereka bukan ingin perang..

ISRAEL menginginkan penghapusan Etnis Palestine, demi memekarkan kukunya dalam upaya mendekati IRAN as next Target. Once Gaza Takluk, Fatah adalah perkara mudah, Karena 'Bapaknya' Fatah telah menyetujui pembantai Gaza..

Object Object Vital Hamas telah di 'incar' sebelum 'kesepakatan' green light diamini.

Tampak dalam beberapa Foto satelit, Object Sipil pun masuk dalam Target Penyerangan..
Nampaknya inilah Holocaust Abad ini...

Innalillahi...

Tel Zater :
Wilayah yang banyak terdapat sipil dan anak anak


Markas besar Brigade Al Qassam
Wilayah ini sekarang telah hancur..
Namun Alhamdulillah Al Qassam sendiri selamat saat pengeboman berlangsung


Bei Al Hava



Read more...

Inilah Mesin penghancur Gaza

Meet The famous GBU-39





Jerusalem Post : The GPS-guided GBU-39 is said to be one of the most accurate bombs in the world. The 113-kg. bomb has the same penetration capabilities as a normal 900-kg. bomb, although it has only 22.7 kg. of explosives. At just 1.75 meters long, its small size increases the number of bombs an aircraft can carry and the number of targets it can attack in a sortie.

Diameter 7.5 inches
Length 70.8 inches
Weight 285 lb
Warhead Steel penetration casing with 50 lb explosive
Guidance Differential GPS/INS
Accuracy CEP less than JDAM
Range for High Altitude Drop ~60 nautical miles
Penetration ~6 ft of reinforced concrete
Carriage F-15E Strike Eagle
F-16 Fighting Falcon
F-22 Raptor
F-35 Lightning II
A-10 Thunderbolt II
F-117 Nighthawk
B-1 Lancer
B-2 Spirit
B-52 Stratofortress

Sebuah Misil Low Cost dengan massive destruction :

Read more...

Batu vs Misil



Gaza yang telah di Isolir dari Air Bersih, obat obatan dan dengan minimnya amunisi. Harus berhadapan dengan Roket penghancur yang diluncurkan dari Pesawat model F16 yang mampu mengemban 8 Misil GBU-39

Jerusalem Post melaporkan bahwa Israel telah memesan 1000 unit GBU-39 dari US pada september tahun ini untuk mempersenjatai Pesawat tempurnya F16series. Misil berkekuatan hulu ledak 22.7kg dengan panjang Misil 1.75m ini mampu menimbulkan kerusakan yang sama seperti bom berkekuatan 900kg. Sementara berat GBU hanya 113KG.

Kemampuan ini jelas tidak sebanding dengan Hamas yang hanya bermodalkan Iman dan Batu batuan dan roket darat jelajah jarak pendek.

Bukti kerusakan dari GBU-39 dapat disaksikan pada gambar Hancurnya universitas Palestina. Misil yang sama juga digunakan tuk menghancurkan beberapa object terowongan penghubung Gaza.

Read more...

December 29, 2008

Karbala pun Menangis..

Selamat Tahun baru 1430 H..

Tahun yang dimulai dengan kabar duka..
Tahun yang terpatri banjirnya darah Syuhada..
Ratusan Saudara terkapar di Gaza..
Anak anak.. wanita.. pria.. dewasa.. kecil..
Tanpa mengenal ampun...

Inilah awal tahun dimana semua pecinta ahlul bayt berduka
Inilah hari hari berat Immamul Husein As Syahid sa melewati semua tantangan
Inilah hari dimana sejarah terulang di Gaza..
Gaza seperti padang karbala..
Pembantaian terjadi di setiap pelosok..
Mereka kehausan.. Mereka butuh pasokan obat..
Namun tentara tentara Yazid memblokade semua pintu masuk..
Mesir bungkam dan hanya mampu memasang topeng 'kecam '
Negara kaya minyak berfaham wahaby tenggelam dalam gelak tawa bersama Zionist..
Fatah pun bersiap melakukan coup pengambil alihan Gaza..

Ya Illahi..
Setitik Doa kiranya Engkau kabulkan..
Mahluk hina ini berharap ada Ababbil Jumawa..
Tiada harapan kami kecuali Engkau Ya Robbi..
Terlalu banyak kami melihat darah..
Terlalu penat hidung kami mencium amis nya hidup..

Berilah kekuatan pada saudara kami ya Robbana..
Karena Engkau telah berjanji dalam kitabMu..
Bahwa kemenangan atas mereka yang sabar..
Maka izinkan saudara kami berhias amalan karbala ya Robbana..
Hancurkanlah musuh musuhMu..
Jangan biarkan mereka tertawa diatas karbala Palestine..
Ya Illahi..
Tiada tempat kami bersandar menggantungkan harapan kecuali hanya padaMu pemilik Segala Kekuatan Daud.. Ketabahan Isa dan KeTeguhan Musa, Engkaulah tempat para Mereka yang Mazhlum menyandarkan harapan..
Dan Hanya pada Engkaulah kami mengiba..
Anugerahkan RahmatMu pada mereka yang masih memiliki hati nurani..
Agar fitrah mereka terpanggil tuk membuka semua pintu blokade..
Agar luruh Ego mereka dari ketakutan atas Syaiton..

Engkau lah Maha Melihat dan menyaksikan..
Bahwa ada dari mereka yang keras hati membantai Hamba Hamba Mu...
Mereka yang terlibat dalam Blokade Karbala
kini menyatu dalam blokade Gaza..
Duhai ALLAH.. Hanya Engkau Tuhan Kami..
Dengan Hak Muhammad dan Ahlul Bayt Suci lagi disucikan...
Dengan Hak Muharam bulan Suci MU..
Dengan Hak air Mata dan Harapan Kami..
Dengan Hak KemuliaanMU..
Dengan Persaksian Maha Kekuatan dan Perkasanya Engkau..
Berikan Saudara kami kemampuan tuk tampil sebagai Ksatria Badar..
Anugerahkan Kepada Mereka Keindahan Syuhada..
Bi Haqqi Muhammaddin Wa Aalihi Atqiya..

Every day is Assyuro Every land is Karbala

-catatan 1 Muharam 1430 H

Read more...

December 28, 2008

Pidato Rahbar Berkaitan Pembantaian Gaza

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyusul terjadinya pembantaian sadis warga Palestina di Jalur Gaza oleh Rezim Zionis Israel dalam pesannya mengutuk kerjasama pemerintahan George W. Bush dengan orang-orang Zionis dalam kejahatan besar ini. Beliau juga mengecam sikap bungkam dan ketidakpedulian lembaga-lembaga dunia dan sejumlah rezim Arab yang telah membuka pintu bagi rezim Zionis untuk melakukan kejahatan besar terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Beliau dalam pesan tertulisnya mengumumkan hari Senin sebagai hari berkabung umum dan menyeru kepada semua bangsa Muslim, para mujahid Palestina, juga kalangan politisi, ulama dan kaum cendekiawan dunia Islam untuk bersikap dan melaksanakan tugas yang mereka emban terkait peristiwa ini.

Bismillahirrahmanirrahim
Innalillahi wa Inna ilahi raji'un

Kejahatan besar yang dilakukan Rezim Zionis Israel di Gaza dan pembantaian ratusan warga; laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tertindas, sekali lagi menunjukkan wajah bengis serigala-serigala zionis yang haus darah dan membuka kedoknya yang selama bertahun-tahun tersembunyi di balik tabir kedustaan. Kejahatan ini sekaligus menjadi peringatan bagi mereka yang lalai dan para pencari ‘damai', akan bahaya besar dari kehadiran kelompok kafir harbi ini di jantung negeri umat Islam. Duka yang ditimbulkan oleh pembantaian sadis ini sangat memukul hati setiap insan Muslim, bahkan menyentak siapa saja yang memiliki hati nurani dan kehormatan, di manapun dia berada. Akan tetapi duka yang lebih besar dari itu adalah sikap bungkam bernuansa dorongan yang ditunjukkan oleh sejumlah rezim Arab dan yang mengaku menjadi bagian dari dunia Islam. Bukankah para penguasa negeri-negeri Muslim sepatutnya membela warga Gaza yang tertindas dan berhadap-hadapan dengan rezim perampas, kafir dan agresor, bukan malah menunjukkan sikap yang membuat para pejabat zionis menyebut mereka sebagai pihak yang setuju dengan kejahatan besar itu. Adakah petaka yang lebih besar dari ini?

Jawaban apa yang bakal diberikan kelak oleh para penguasa negara-negara itu ketika mereka berhadapan dengan Rasulullah SAW? Jawaban apakah yang bisa mereka berikan kepada rakyat mereka sendiri yang sudah pasti tengah berkabung atas terjadinya tragedi ini? Sudah pasti hati rakyat Mesir, Jordania dan negara-negara Islam tengah terpanggang menyaksikan pembantaian besar terhadap warga Gaza yang sebelum ini telah mengalami blokade berkepanjangan tanpa adanya suplai makanan dan obat-obatan.

Pemerintahan Bush yang telah melakukan banyak kejahatan, di hari-hari akhir kekuasaannya yang penuh cela kian menenggelamkan rezim Amerika Serikat ke dalam nista dengan keterlibatannya dalam pembantaian ini. Peristiwa Gaza semakin mempertebal berkas kejahatan perang pemerintahan Bush. Rezim-rezim Eropa kembali membuktikan kebohongan klaim-klaim mereka tentang Hak Asasi Manusia dengan sikapnya yang tak peduli bahkan mendukung terjadinya pembantaian besar ini. Sekali lagi mereka membuktikan bahwa mereka berada di barisan front yang memusuhi Islam dan umat Muslim.

Kini pertanyaan yang saya ajukan kepada para ulama dan para rohaniawan di dunia Arab, juga kepada para pemimpin di negeri manapun, bukankah kini telah tiba saatnya bagi Islam dan umat Muslim untuk merasakan adanya ancaman? Bukankah kini telah tiba saatnya bagi kalian untuk melaksanakan kewajiban mencegah kemungkaran dan menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim?

Adakah medan peristiwa lain yang lebih nampak jelas di depan mata ketimbang Gaza dan Palestina yang memperlihatkan kerjasama kaum kafir harbi dengan para munafik di tengah umat dalam aksi menumpas kaum muslimin, sehingga kalian baru merasa adanya kewajiban di pundak kalian?

Pertanyaan saya kepada media massa dan para cendekiawan di dunia Islam, khususnya di dunia Arab, kapan kalian akan mengakhiri sikap tak peduli terhadap kewajiban yang kalian pikul sebagai insan media dan kalangan cendekia? Adakah cela yang lebih besar bagi lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia di Barat dan lembaga yang disebut Dewan Keamanan PBB dari apa yang ada saat ini?

Semua mujahid Palestina dan semua insan mukmin di dunia Islam wajib melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk membela perempuan, anak-anak dan warga yang lemah di Gaza. Siapa saja yang terbunuh dalam menjalankan tugas mulia dan suci ini berarti dia mati syahid, dan semoga dia dibangkitkan kelak bersama para syuhada Badr dan Uhud yang berjuang bersama Rasulullah SAW.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus melaksanakan tugas dan kewajibannya pada situasi yang genting dan bersejarah ini. Organisasi ini hendaknya membentuk satu barisan bersama yang tegas dan tak reaktif dalam menghadapi rezim zionis Israel. Rezim Zionis harus dihukum oleh negara-negara Islam. Para pemimpin rezim pendudukan itu harus diseret ke pengadilan untuk diadili dan dihukum karena kejahatan ini dan karena aksi blokade berkepanjangan yang mereka lakukan.

Bangsa-bangsa Muslim bisa mewujudkan harapan itu dengan tekad mereka yang kuat. Tugas yang diemban oleh para politisi, ulama dan kaum cendekiawan pada masa yang genting ini lebih besar.

Saya mengumumkan hari Senin sebagai hari berkabung umum untuk mengenang pembantaian sadis di Gaza dan menyeru kepada para pejabat negara untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing terkait peristiwa yang menyayat hati ini.

وَ سَیعلَمُ ‌الذین ظَلَموا اَیّ مُنقلبٍ یَنقلبون

Dan kelak orang-orang zalim akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Q.S Al-Syu'araa': 227)

Sayyid Ali Khamenei
8 Dey 1387 HS (28 Desember 2008)
29 Dzulhijjah 1429 H

Irib


Read more...

Rahbar Statement Due Gaza Genocide

From :

Irib.ir

Islamic Revolution Leader Ayatollah Sayyed Ali Khamenei issued a statement Sunday on the horrendous tragedy of Gaza bloodbath in the hand of the Zionists, strongly condemning the heinous complicity of the criminal Bush's regime with the Zionists, adding that the silence of some international bodies and some Arab states provided for the crimes.

Ayatollah Khamenei declared Monday as day of general mourning and called on all Muslim people and free men of the world to render their duty towards the tragic issue. The text of the statement is as follows.


Bismillah-e Rahman-e Rahim

"We belong to Allah, and to Him we return"

The horrific atrocity of the Zionist regime in Gaza in which hundreds of innocent men, women and children were massacred pushed the curtain of deception from the blood thirsty face of the Zionist wolves and noted the negligent about the presence of this hostile disbeliever in the heart of the lands of Islamic umma.

The horrendous ordeal is very heavy and moving for any Muslim not to say for any free and noble human being in any corner of the world. However, the larger ordeal is the encouraging silence of some Arab governments which claim to be Muslims. Which ordeal could be larger than the fact that Muslim governments, otherwise expected to support the innocent Gaza people against the usurping and hostile regime, adopted a mood which encouraged the criminal Zionist authorities to impertinently consider them as in harmony with the large tragedy?

Which answer the heads of those countries have prepared to give to the Messenger of Allah (S.A.)? Which answer they have prepared to give to their own nations which are indeed mourning the tragedy? Indeed today the heart of the Egyptian, Jordanian and the people of other Islamic countries is overwhelmed with sorrow about the bloodshed as well as the protracted food and medicine embargos.

By his complicity in the large crime, the criminal Bush's administration in the last days of his shameful rule more darkened the face of the American regime than ever and added to its dossier of war crimes. The European governments with their indifference and sometimes their complicity in the large tragedy once more proved that their claims of advocacy for human rights are false and also showed they are present in the front against Islam and Muslims. Now, I ask the scholars and Alims of the Arab world and the chiefs of the Egyptian al-Azhar center "isn't it the time to feel the threat facing Islam and Muslims?" "Isn't it the time to fulfill the mandatory act of standing against any bullying ruler?" Is an additional, more divulging scene of complicity between the hostile disbelievers and the hypocrites of umma in repressing the Muslims than the current Gaza and Palestine developments is needed to prompt you to feel responsibility?

I have also a question to ask the media and the intellectuals of the world of Islam and especially the Arab world. For how long you have decided to remain indifferent regarding your media and intellectual responsibility?

Has there remained any more face for the scandal-hit human rights bodies of the west and the so-called 'security' council of the United Nations to lose?

All the Palestinian Mujahid and other faithful of the world of Islam are supposed to defend the defenseless people of Gaza. Anyone who is killed in the legitimate and holy defense is a martyr and is hoped to be among the ranks of the martyrs of Badr and Ohud battles in the presence of the Messenger of Allah (S.A.).

The Organization of the Islamic Conference must fulfill its historical responsibility in the sensitive conditions and form a solid front, bereft of inaction and reservations, against the Zionist regime. The Zionist regime must be punished by the Muslim governments. The heads of the usurping regime must be tried and punished in person for their crimes and the protracted siege.

The Muslim nations are able to materialize the demands through firm resolve. The duty of politicians, Alims and intellectuals in this juncture is much heavier than others.

I declare Monday a day of general mourning in commemoration of the Gaza tragedy and instruct the country's authorities to fulfill their duties regarding the sad incident.

"And those who do wrong shall surely know by what overturning they will he overturned"

Sayyed Ali Khamenei
December 28, 2008





Read more...

Hizbullah Calls

Hizbullah: AS dan Arab Dibalik Serangan Besar-Besaran ke Jalur Gaza

Kepala Hubungan Internasional Hizbullah Lebanon, Nawaf Mosawi, menyatakan kecamannya atas serangan militer Zionis Israel ka Jalur Gaza. Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRNA, Mosawi seraya menyinggung pembantaian massal oleh militer Israel di Jalur Gaza mengatakan, "Serangan Zionis kemarin sama seperti agresi militer Israel ke Lebanon pada tahun 2006."

Lebih lanjut Mosawi menuturkan, "Serangan Zionis Israel ke Jalur Gaza bertujuan memaksa bangsa Palestina supaya menerima keinginan rezim ini." Dikatakannya pula, "Negara-negara Arab bekerjasama dengan Rezim Zionis Israel dalam serangan yang dilancarkan Israel, kemarin Sabtu. Untuk itu, masyarakat Lebanon hari Sabtu menggelar aksi demonstrasi atas undangan Hizbullah."

Ketua Dewan Pelaksana Hizbullah Lebanon, Hashem Safiyuddin di hadapan ribuan demonstran mengatakan, "AS adalah pengambil keputusan serangan ini, sedangkan Israel berperan sebagai pelaksananya, dan negara-negara Arab bekerjasama dengan mereka." Hussein Elhaj Hassan, seorang wakil Hizbullah di parlemen Lebanon menyebut serangan Israel ke Gaza sebagai aksi terorisme dan kriminalitas anti kemanusiaan."

Dilaporkan pula, masyarakat Mesir menggelar demonstrasi anti serangan Israel ke Jalur Gaza dan mengecam kunjungan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni ke Kairo. Menurut laporan Kantor Berita AFP, para demonstran menyebut kunjungan Livni ke Mesir sebagai lobi Tel Aviv untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza. (irib-27/12/08)

Read more...

December 27, 2008

Pra Syahadah

Segala Puji Hanya milik ALLAH Tuhan Sekalian Alam yang Kelembutan dan ke Maha Luasan RahmatNYA mengayomi hati para Makrifah..

Sujud dan Ruku hanyalah kepadaNYA pemilik Seruan terbaik dan PadaNYA tiap tiap helai waktu disandarkan..

Dialah ALLAH Azza Wa Jalla, Dzat Adi kodrati yang tiada terdefinisikan logika, tiada akal yang mampu menjangkauNYA, tiada pula lisan dapat menggambarkanNYA..

Maha Suci ALLAH dengan Segala FirmanNYA

Sholawat dan Salam kepada Junjungan terkasih, Manusia Suci lagi sempurna, Asbabun Dunia, Yang tiap Mahluk bersholawat kepadanya, Penutup Para Nabi, Jawara dan Kebanggaan ALLAH, Sosok agung yang Mukmin dambakan Syafaatnya di hari kelak, Al Musthofa Shallallahu alaihi wa alihi wa salam..

Sholawat dan Salam kepada Ahlul bayt Nabi yang disucikan ALLAH, yang pada mereka tersimpan ilmu ilmu Nabi, Yang pada mereka terkumpul Keutamaan para Ambiya, Tauladan Terbaik, Hujjatullah dan Pada Mereka alaihimussalam Jalan Menuju Kekasih ALLAH terbuka, pada mereka pula Syarat syarat kecintaan ALLAH dan RasulNYA terporoskan...

Salam kepada Para Malaykat yang tidak akan pernah diragui kesetiaan dan kepatuhannya

Salam kepada Para Pribadi Terpilih dan terbaik dari golongan Sahabat yang sejak ranah islam di dirikan hingga syahadah mereka jemput dihati mereka terpatri wasiat Nabi tuk mencintai dan menjaga Ahlul Bayt atqiya..

Hari agung telah dibuka bersama sinaran ufuk keemasan mentari...

Di pagi yang mulia di tanggal 5 / 3 Syaban 4 Hijriah, di rumah suci lagi mulia, Ummu Al batul (as) dan Imam Al Murthado (as) terdengar tangis bahagia seorang sosok bayi rupawan berwajah mirip Rasulullah Saww, ialah yang akan dinamakan Al Husein (as) oleh datuknya (saww). Dihari tersebut turun pula seluruh malaykat menyampaikan salam kepada putra nan rupawan.

sejarah pun meredaksikan bahwa Ushwah Aqiqah diambil dari cara Aqiqah Cucu cucu Nabi Saww

Hari demi Hari, Al Husein (as) tumbuh dalam dekapan Cinta dan bimbingan Illahiah Para Pribadi Suci kebanggaan langit. Riwayat menyebutkan saat beliau genap berusia satu tahun, turun 12 malaykat dalam beragam bentuk yang di wajah mereka jelas terlihat guratan kesedihan dan air mata yang luruh, sambil membentangkan sayap mereka berkata :

" Wahai Kekasih ALLAH, Putramu Al Husein anak Fatimah akan mengalami apa yang dialami Habil dari tangan Qabil. Dia akan mendapatkan pahala Habil sedang para pembantainya akan memikul dosa seperti Qabil"

Nabi Suci Pun menangis pilu mendengar kabar ini..

Sungguh tiada air mata yang tidak akan mengalir menyaksikan sang Junjungan terkasih menangis mendengar berita ini...

Hingga hari berlalu saat tanpa terasa... al Husein (as) berusia 2 Tahun, Beliau yang suci SAWW pergi dan sempat berhenti di sebuah tempat bernama Karbala, disini pun Beliau SAWW meneteskan air mata kesedihan setelah dikabarkan Jibril as akan terbunuhnya Al Husein As serta dibawakannya tanah karbala....

Sesampainya di Madinah, Rasulillahi SAWW naik keatas mimbar dan berpidato dengan menuntun kedua permatanya. Sambil meletakkan tangan suci Beliau SAWW diatas kepala Al Hasan (as) dan Al Husein (as) beliau bersabda :

"Ya ALLAH, Muhammad adalah hamba dan utusanMU, kedua anak ini adalah keluargaku yang suci, sebaik baik keturunanku dan pusaka yang kutinggalkan untuk umatku. Tapi Jibril datang kepadaku dan mengatakan bahwa anakku ini akan dibantai dan dihinakan. Ya ALLAH, berkatilah darahnya dan jadikanlah ia penghulu para syuhada. Ya ALLAH, laknatlah orang yang membunuh dan menghinakannya"

Saat asyuro 10 muharam Tahun 11 Hijriyah, 2 bulan sebelum Rasul Suci Wafat,

Beliau malam itu begitu Murung, sedih dan lesu..

Dilanda kesedihan yang teramat sangat..
Beliau Saww pun menangis tersedu sedu..

"Beberapa saat yang lalu jibril datang kepadaku dan membawa tanah karbala, lalu ia mengabarkan aku bahwa ditanah itulah Al Husein akan terbunuh"

Pasca mengabarkan ini Nabawi pun pecah tangisan..
Nabi Saww menangis pilu...
Sahabat pun menangis pilu..

Al Batul As pun pingsan...

Masya ALLAH...
berita duka yang teramat sangat..

[hati siapa yang tiada gerimis mendapat kabar pilu ini...? jiwa siapa yang tidak akan basah kala menyaksikan junjungan terkasih tersedu.. Masya Allah...}

Inilah malam Asyuro..
Inilah malam Kesedihan
tidak tampak gurat bahagia Musa diwajah Nabi..
tidak ada Persiapan Puasa esok..
Karena malam ini adalah malam Duka..

Al Hakim dan Bukhari-Muslim merangkumnya...


---
Fadhail al Khmasah Jilid 3 hal 262-253
Tirmidzi meriwayatkan Hadits dari jalur Ya'la bin murrah, bahwa Nabi Suci Saww bersabda :

"Husein adalah bagian dariku, dan aku bagian darinya, Allah akan mencintai orang yang mencintai Husein, dan Husein adalah cucu diantara segala cucu"

Read more...

Tawassul

Tawassul adalah Berdoa Kepada ALLAH AWJ dengan perantara Orang yang Shaleh baik yang masih hidup, meninggal ataupun dengan Nama Maha Suci ataupun KeMaha Tinggian Dzat ALLAH Azza Wa Jalla..

Dalam teologi Wahabi, bertawassul lebih diartikan syirik karena mereka tidak bisa membedakan menjadikan orang Shaleh sebagai perantara doa kepada Tuhan dengan meminta langsung dikabulkannya doa kepada orang shaleh tersebut.

Mereka tidak dapat pula memecahkan keraguan atas tegaknya Nash al Quran dengan Teologi yang ditegakkan Junjungan mereka Ibnu Taymiyah

Surah Al Baqoroh ayat 154 : Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Karena Ibnu Taymiyah dalam banyak kitabnya telah memfahamkan pengikutnya tuk tidak melakukan Tawassul baik kepada orang mati ataupun dengan orang Hidup.

Mereka bersandar pada ayat :
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Al Mukmin ayat 60)

Tidak ada yang salah dengan ayat tersebut, hanya saja yang salah adalah pemahaman yang terlalu jumud. Karena Hakikat Berdoa hanya ALLAH tujuannya dan Janji akan diperkenankan hanya bila si Pendoa memenuhi Syarat syarat berdoa.

Tawassul lebih banyak di artikan kepada Permintaan tolong atau mohon di doakan bila orang shalehnya masih hidup. Dalam Realitas kehidupan sering manusia ber tawassul kepada dokter tuk mencari penyembuhan dari Tuhan untuk penyakit. Atau bila akan menghadapi sebuah hajat dan maksud dalam keseharian manusia kerap meminta bantuan dari manusia lainnya entah dalam bentuk doa ataupun dalam bentuk bantuan pertolongan.

Hampir semua orang melakukan 'minta tolong' / 'mohon bantuan' dari manusia lainnya.
dan semua itu adalah bentuk dari tawassul ( meminta tolong dalam arti luas )

Contoh Tawwasul :
Fulan, ana minta bantuan tuk sampaikan amanah ini kepada si Fulan.

Dengan Ketinggian NamaNya
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang..
serta banyak lainnya.

Tawassul dikenal dan diamalkan Oleh Para Sahabat
Dari Shahih Tirmidzi di nukilkan bahwa dahulu ada seorang Buta yang datang kepada Nabi SAWW, ia mengadukan kondisinya yang buta dan tidak adanya orang yang menjadi pembimbing jalannya.

Saat ia mengadukan Kepada Nabi Suci SAWW, Nabi SAWW bersabda "ambillah wudhu dan dirikanlah sholat 2 rokaat, lalu berdoalah : Ya ALLAH, dengan Keutamaan Muhammad (SAWW) anugerah Alam semesta, saya bertawassul dengan Nama Muhammad (SAWW) Mohon sembuhkanlah penyakitku dan kembalikanlah penglihatanku"

Usman bin Hunaif melaporkan masih dalam sanad yang sama dan dari Jalur Anas dengan sanad bersambung : Sang Buta Alhamdulillah di sembuhkan Oleh ALLAH Azza Wa Jalla.

Riwayat ini dikenal sebagai riwayat yang kuat dari Sisi Ahlusunnah dan ke utamaannya bertawassul disepakati semua ulama Utama Ahlu Sunnah dan Syiah kecuali Wahaby karena Kelompok Lepas ini menyatakan bahwa Tawassul termasuk bidah.

Sekaitan dengan Dialog Ibnu Taymiyah dan Ibnu Attailah..
perkataan Ibnu Taymiyah yang menyanjung atau berharap umat seperti Ibnu Ata'ilah kerap didengar oleh ulama ulama lainnya, sayangnya ia tidak membawa dirinya tuk menjadi lurus atau setidaknya mengikuti Ibnu Atailah.... Silahkan khalayak putuskan sendiri apa definitif darinya

Tengok saja Komentar Ibnu Bathuthah mengenai Ibnu Taymiyah ; "Ilmunya tinggi, namun ada yang tidak beres dengan akalnya"

dalam redaksi lain : "Akalnya melebihi Ilmunya"

karena dari lisannya dan dari kitab kitabnya hadir banyak ilmu yang menurutkan keinginannya mengartikan sendiri saja. Walaupun diakui bahwa Ibnu Taymiyah bermahzab Hambali namun kitabnya memuat teologi teologi aneh seperti ALLAH berbentuk manusia, mempunyai Tangan, mempunyai mata dan memiliki indera sama seperti manusia.

Inilah maksud dari ucapan Ulama Sunni lainnya mengenai pribadi Yang mempelopori gerakan wahabiyah. Bahwa Ibnu Taymiyah tidaklah layak bergelar Syaikh al Islam

Pertentangan mengenai Tawassul dalam Ahlusunnah dan Syiah tidak pernah saya temui dalam kajian saya mengenai subyek ini. Pertentangan tajam dan meruncing hanya muncul dari Wahaby

Karena teramat mudahnya mereka menghukumi segala sesuatu bid'ah dan Syirik.

Sebuah Hadist mutawatir menguatkan bahwa masih berlakunya Tawassul melalui orang sholeh yang telah wafat

Ibnu Abbas pernah bertawassul dengan Amirul Mukminin Ali AS yang telah wafat 28 tahun silam dimasa Ibnu Abbas tersebut.

ia berkata " Ya ALLAH, saya bertawassul dengan wilayah amirul MukmininMu Ali bin Abi Tholib AS"

Dan memang syariat ini tidak dihapuskan walau sebagian menganut pemahaman berbeda.
Tapi inilah segala perbedaan sebagai ajang kita menjemput RidhoNYA



Read more...

December 26, 2008

Fitnahan Atas Bany Hasyim dan Syiahnya Jilid II

Penolakan Sayyidah Khodijah Al Kubro atas pinangan pembesar pembesar kafirin Quraish tak pelak menimbulkan rasa dendam pada Sayyidina Muhammad (Saww) dan Sayyidah Khodijah (As)

Ini pula yang melandasi Muawiyyah dari Klan Bany Ummayah selaku pemegang estafet dikemudian hari dengan Kekuasaannya mampu dan berani merubah alur sejarah bersama segala atributnya.

Berulang kali.. beribu kali.. kutip mengutip riwayat di wariskan ulama ulama bany Ummayah..
demi meninggikan dogma "Membuat Bangga Terbunuh di Badar"

Hasan Al Basri seorang Salaf terdahulu pernah berkata :
‘Kebohongan yang disampaikan berulang ulang bisa menjadi Benar (pembenaran)’

Maka dengannya terbentuklah sebuah alur kebohongan “benar” :

Abu Thalib bukan seorang Mukmin
Sayyidah Khodijah Al Kubro As seorang janda mendekati usia Tua
Nabi Muhammad Saww dapat disihir serta buta huruf

Kedengkian dan hasad yang di tradisikan serta di temurunkan kemudian yang juga sangat berperan dalam upaya menjauhkan Ummat Rasulullah Saww dari cahaya Suci RisalahNya..

Kaum Hipokrit ini amat sangat ingin mencari pendukung dan pembela serta pengikut sebagai bentuk ‘Upah’ atas terbunuhnya leluhur mereka Di badar. Berjuta pledoi mereka saji dan ajukan demi menegakkan fitnah bahwa Paman Nabi bukanlah seorang Mukmin.

Landasannya sederhana, Sepanjang Hidup beliau bada meninggalnya Ayahanda Mulia Sayyidina Abdullah ra, Abu Tholib lah yang tampil menjadi pembela dan pelindung Nabi dari Kafirin Quraish. Abu Tholib ra adalah sosok Pelindung yang berkepribadian agung, Beliau ra terbiasa dalam kedermawanan dan dikenal sebagai Orang yang lurus dalam tindakan serta prilaku. Tiadalah beliau menyembah berhala, karena Beliau benar benar telah memahami agama yang diwariskan Datuknya Ibrahim As. Bahkan pembukaan kembali Sumur Air zam zam adalah inisiatif beliau ra

Sikap pembelaan terhadap Rasulullah Saww dari Kaum Kafirin inilah yang kemudian menimbulkan ‘dogma’ bahwa Abu Tholib bukan seorang Mukmin. Hasad, dengki dan karena dendam leluhur.. Hingga lengkaplah sudah fitnahan mereka atas bany Hasyim. Suku termulia dari segala Suku.

Namun…mereka tidak menyadari dibalik 'rapinya' sajian Ada link putus disini..

Yaitu Kaum Muslimin mengenal betul apa itu Tahun Kesedihan
Sebuah Tahun dimana dalam pada itu telah wafat 2 orang pribadi Agung : Istri Tercintanya dan Paman terkasih Beliau; Abu Tholib

Pertanyaan yang akan memberikan jawaban sederhana, bila Abu Tholib bukan seorang mukmin mengapa Rasulullah Saww bersedih..?

Sedang kita saja selaku umat Beliau Saww tidak diperkenankan bersedih atas wafatnya orang yang mukmin.

Pertanyaan ini begitu sederhana namun tak pelak menimbulkan sikap kritis yang meruntuhkan Kebohongan ribuan tahun…


~Dan Bulir bulir pasir berbalut semilir badai lembut panas sahara membawa kisah semakin mundur teratur..

Saat itu aroma kurma memenuhi ruangan rupawan.. Nafsah dan Sayyidah Khodijah berbincang kecil tentang sosok yang telah menautkan dan meluluhkan hati terdalam Putri Cantik Mekkah..

Ahmad (saww)….

Nama yang begitu agung..
Hingga terserap satu padanan…

Pernikahan Antara Dua Manusia Agung pun dirayakan di Bumi dan Dilangit..
Semesta bertasbih atas pertemuan Dua Insan Mulia…

Dari Rasulullah Saww dan Sayyidah Khodijah Lahirlah 3 orang anak…

Anak yang pertama bernama Qosim {karena ini pula Rasul Saww dikenal sebagai Aba Qosim}
Anak yang kedua bernama Abdullah
Atas kehendak ALLAH AWJ keduanya meninggal saat masih balita..

Kemudian Anak yang paling bungsu serta paling cantik adalah Az Zahra Alaihassalam..

Inilah anak Pasangan Agung yang paling akhir..
Yang nantinya akan menjadi Pemimpin Seluruh wanita sepanjang zaman berputar..
Yang nantinya ALLAH AWJ Muliakan dan dijabarkan detil dalam Surah al Kautsar..

Dialah Sayyidah Fatimah Az zahro Al Mardhiyyah Alaihassalam..

Epik selanjutnya membuka gerbang alam nyata yang menceritakan bahwa..

Saat Masih dalam status Putri Mekah sebagai permata Cantik yang oleh masyarakat arab kala itu dijuluki At Thohiroh ( Suci ), bersamanya telah tinggal 3 orang anak yatim piatu, Putri Putri dari Kakak kandung Sayyidah Khodijah yang diangkat sebagai anak angkat. Ketiganya menjadi "anak" (angkat) Pasangan Sayyidina Muhammad Saww dan Sayyidah Khodijah as di kemudian hari - Dimasa ISLAM..

Pada Zaman arab terdahulu terlazimkan pula bahwa setiap anak dari Saudara lainnya bisa diangkat sebagai anak perwalian. Mereka adalah Zainab, Ruqayyah dan Ummu kultsum yang diangkat menjadi anak walinya

Zainab adalah yang tertua dari ketiganya, ia menikah dengan Abul ash bin Rabi (seorang penyembah berhala sebelum masuk islam)

Ruqayah menikah dengan Utba
Ummu kultsum menikah dengan Utaiba

Keduanya (Utba dan Utaiba) adalah putra putra Abu Lahab dan Ummu Jamil dimana sudah pasti keduanya adalah juga penyembah berhala.

Saat ISLAM datang dan ditambah dengan Adanya bukti Al Quran tentang Murkanya ALLAH AWJ pada Abu Lahab (Surah Al Lahab), Rasa tidak suka dan amarah timbul di hati pasangan Abu Lahab dan Istrinya sehingga ia kemudian memerintahkan putra putranya Utba dan Utaiba agar menceraikan istri istrinya.

Setelah keduanya diceraikannya, Ruqayah dan Ummu Khultsum pun kembali ke rumah Sayyidah Khadijah

Selang tak lama setelahnya (dimasa islam), Rukayah dinikahi Ustman bin Affan dari bany Umayyah dan Setelah Rukayah wafat pada tahun 624 Ustman pun menikahi adiknya Ummu kultsum dengan ber urutan…

Dikemudian hari Muawiyyah sebagai penerus estafet kepemimpinan Bany Ummayah telah terpanggil tuk membela dan meletakkan Ustman sebagai saudara dalam klan Ummayah dengan mencatut gelar Dzawain Nur ‘ain (pemilik 2 cahaya) dengan asas dasar telah menikahi Anak (perwalian/angkat) Sayyidah Khodijah dan Rasulullah Saww.

Nabi ALLAH yang di sifati Ummu Aisyah sebagai Akhlak Al Quran dan Beliau SAWW adalah Al Quran berjalan [Bukhari] tidak akan mungkin tindakan Beliau Saww bertentangan dengan Al Quran.

Al Quran pun memberikan saksi atas sejarah yang di bangun kebohongan oleh bany ummayah ini.

Al Baqoroh ayat 221 : Jangan kau nikahkan anak anak perempuanmu dengan kaum Kafir
Al Mumtahah ayat 10 : Wanita wanita Mukminah haram bagi kafir

Ayat tentang perkawinan
At Taubah ayat 28 : Kenajisan orang Non Muslim tuk dinikahi

Bila Mereka (zainab & ummu kultsum) adalah Putri kandung Rasul maka adalah hal tidak mungkin Rasul melawan Ayat ALLAH SWT. Sedang dalam masa itu Islam masih dalam tekanan hebat, dan Ruqayyah serta Ummu Kultsum adalah status Istri Putra Putra Abu Lahab dan Ummu Jamil. Rasul Saww pastilah tidak akan menikahkan anaknya dengan kaum kafir, senyata dengan kita yang tidak mau menikahkan anak anak kita dengan kafirin.

Dalam hal lainnya, Sisi sejarah.
Kita tidak pernah saksikan dalam hadits ketiga wanita tersebut disebut sebut Rasulullah Saww.

Lihat saja Bukhari, Beliau SAWW mensifati satu satunya Putri Sayyidah Fatimah AS sebagai darah dagingku. Atau bahkan saat Rasul dilempari Kotoran Oleh Kafirin, kapan sejarah membuktikan bahwa Ketiganya membantu Nabi…?

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin timbul...
Lalu Siapa yang sebenarnya berstatus telah Janda..?
Kisah ini pun akan membuka gerbang politik kotor bany Ummayah dengan menutupi para pribadi yang tidak baik di sekiling Nabi Saww

Inilah Yang saya sebut Mutiara Terpendam, dan dengan melalui pengkajian menyeluruh terhadap Istri Istri Nabi Saww, serta dengan meninggikan asas bahwa Sayyidah Khodijah al Kubro As adalah Gadis Suci akan ditemui siapa sebenarnya status Gadis Sayyidah Khadijah di 'pindahkan' kepada Istri yang lain bada wafatnya Beliau.

"Tidak Ada Istri yang paling aku cintai kecuali Khadijah Putri Kuwailid"
(Al Musthofa Saww)


~ Seorang Putri Cantik Mekah lagi Suci bergelar At Thohirah ~

--

Dzawain Nur’ain adalah sebutan Rasulullah Saww saat mensifati Cucu Kesayangan Beliau; Al Hasan (as) dan Al Husein (as), Keduanya adalah Perhiasan Permata mata Nabi Saww.. Kedua Putra Suci tersebut adalah Cahaya Mata Beliau Saww

Semua gelar gelar Bany Hasyim dicatut dari tempatnya…
Digantungkan kepada pribadi yang tidak layak menyandangnya..

Al Shiddiq al Akbar…
Al Faruq…
Dzawa’in Nur’ain…

Sedang saat si penyandang gelar masih hidup tidak ada satupun sahabat Nabi segenerasinya yang menyebut gelar gelar tersebut kepada pribadi pribadi selain Imam Ali As…

Hatta Nabi Saww tidak pernah memanggil mereka yang tiada bergelar dengan Gelar Gelar yang demikian karena Gelar Tersebut telah ALLAH AWJ sematkan Kepada WashiNya saat Nabi Suci Mi'raj…

Disarikan dari
Muhammad Husein Haikal, Life of Muhammad
Story of Khadijah - Sayyid Razwy




Read more...

December 25, 2008

Tidak ada tempat menghindar

Imam Ali al Murtadho As berkata :

“..maka hendak kemanakah kamu akan pergi? (QS 81:26) dan Maka mengapa kamu masih berpaling ( QS 6:95; 10:34; 35:3; 40:62), sedangkan panji-panji (petunjuk) telah berdiri tegak, tanda-tanda kekuasaan ALLAH terang dan menara telah didirikan. Maka kemana kalian disesatkan dan bagaimana mata hati kalian telah dibutakan, sedangkan di tengah-tengah kalian ada keturunan Nabi kalian? Mereka adalah kendali kebenaran, pertanda agama dan lidah kebenaran.
Oleh karena itu posisikan mereka pada sebaik-baik kedudukan, sebagaimana yang kalian berikan kepada Al Quran, dan datangilah mereka sebagaimana unta yang haus mendatangi seember air."

Read more...

Setitik Akal memberangus Dogma

Tentang Sifat Allah..

Abu Hurairah berkata dalam sebuah hadist “shahih” versi dia sendiri..yang dinukil Oleh Bukhari dalam Shahihnya

“Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam..”

Analisis akal:
Dalam sebuah kitab kebanggaan Pengikut Ibnu Taymiyah; digambarkan bagaimana Allah turun dengan di contohkan Ibnu taymiyah turun dari Mimbarnya.

Masya ALLAH...!!
Bagaimana mungkin... Manusia yang diberi keterbatasan akal mampu menjangkau Dzat Pencipta yang Maha Halus Lagi Maha Mulia..

Dengan keterbatasannya pula Manusia melarang dirinya tuk mengambil segala yang baik dalam beragama dan menyingkirkan segala yang buruk.

Kontradiktif. Demikian analisa saya.

Keterbatasan akal dipakai untuk menggapai “ketidak terbatas”

Benturkan dengan Al Quran Surah Al An’am Ayat 103:
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Lalu…

Abu Hurairah berkata dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim :

“Allah menciptakan adam dengan Citra-Nya sendiri…”

Analisis akal:
Dengan Hadist diatas kita “dipaksa” tuk menggambarkan ALLAH sebagaimana bentuk Adam yang dengannya pula Mirip kita..

Sebuah Pemasungan logika..!!

Lihat lah Al Quran As Syuura (11) :
… Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Bagaimana akal antum yang telah dianugrahkan dan menjadikan kita sebagai Khalifah di Muka Bumi bisa meng’amini” Hadist yang bertentangan Al Quran ini…?
--

Sebagai tambahan lain:
Saya bawakan potongan khutbah Menantu sekaligus Saudara Rasul SAWW, Penghulu para Imam, Manusia Kebanggaan Rasul SAWW, Jawara Terbuas nan lembut perangainya. Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib Karamallahu wajha.. dari kitab Alur Kefasihan-Nahj al Balaghoh :

Mengenai Sifat ALLAH :

“Dialah ALLAH yang Benar lagi Yang Menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat sebenarnya), Yang lebih Benar dan lebih Jelas daripada yang dilihat oleh mata. Dia tidak dapat dicapai oleh akal dengan pembatasan, maka tiadalah Dia dapat disamakan (dengan Sesuatu). Tidak pula Dia ditimpa oleh Faham dengan perkiraan, maka Dia tidak dapat diserupakan. Tidak ada keawalan-Nya permulaan dan tidak ada dalam keazalian-Nya kesudahan (kesirnaan). Dia Yang Awal dan senantiasa Awal (tidak berubah keadaaan-Nya), dan Dia MahaKekal tanpa batas waktu (kematian). Dahi-dahi bersujud kepada-Nya dan bibir-bibir pun mentauhidkan-Nya. Dia membatasi segala sesuatu saat penciptaannya, yang menjadi penjelas bagi kesamaannya.”
---

Audzubillah Himminassyaitonnirodzim
Bismillahi Ar Rohman Ar Rohim
SubhanALLAH wabi Hamdi SubhanALLAH Hil adzim
Subhanaka Ya ALLAH Ya Rohman Ya Rohim Ya Quddus Ya Lathif Ya Mubdi Ya Muqaddim Ya Mu’Akhhir Ya Awwal Ya Akhir Ya Nur.. Ya Nur.. Ya Nur….

Subhanaka ya la Ilaha Illa ant al ghauts al ghauts shalli ala Muhammaddin Wa ali Muhammad Khallishna minan nar ya Rabb…


Read more...

Secarik Surat Sepotong hikmah

Bissmihi Ta'ala,

Ketika Saudara seakidah lebih senang mencari kesalahan, memfitnah, percaya hadist riwayat palsu, tidak menggunakan akalnya tuk mencari jawaban. Hanya percaya terus dengan membabi buta tanpa talaqi …

Maka yang akan didapat adalah kefahaman pada hal yang syubhat.

Wahai saudaraku,
Ada yang lebih bermanfaat ketimbang mengurusi Syiah yang sudah ada sebelum Ahlusunnah lahir.

Saat perang khaibar,
Abu Bakar, Umar, Usman dan Para Sahabat lainnya di belakang Imam ALI AS, karena panji ISLAM di tangan Beliau AS. Itulah Syiah Ali versi sahabat.

Sekarang, di zaman ini, antum semua lebih percaya orang bicara kotor, bicara Fitnah, dengan Jubah Ulama…

Sedang Nabi Suci SAWW Bersabda :
"Akan datang suatu zaman atas umatku, mereka tidak lagi mengenal ulama kecuali pakaian yang bagus, dan mereka tidak mengenal Al-Quran kecuali dengan suara yang merdu. Serta tidak menyembah ALLAH kecuali hanya di bulan puasa. Jika itu terjadi maka ALLAH akan menguasakan atas mereka Pemimpin yang bodoh, yang tidak mengenal belas kasih sayang serta tidak memiliki rasa rahmah.”
[Biharul Anwar Juz 22. Hal. 454]

Dan saya terngiang selalu Pesan Amirul Mukminin Imam Ali AS :

“Sesungguhnya awal terjadinya fitnah adalah hawa nafsu yang di turuti, dan Hukum (yang diada adakan) yang bertentangan dengan Kitab ALLAH. Sedang pelaksana hukumnya tidak berlandaskan kepada aturan AGAMA ALLAH SWT. Seandainya Kebhatilan itu tidak bercampur dengan kebenaran, maka tidak akan samar lagi bagi orang yang mendatanginya. Dan seandainya kebenaran itu murni dari samarnya kebhatilan, maka bungkamlah mulut-mulut penentangnya. Namun diambil sebagian dari kebenaran dan sebagian dari kebhatilan, kemudian di campur aduk antara keduanya, dan di situlah Syaiton mulai memperdaya para pengikutnya. Dan hanya orang-orang yang mendapatkan petunjuk ke arah kebaikan dari ALLAH SWT yang akan selamat dari tipu dayanya.

[Nahjul Balaghoh, Subhi Al Sholeh, Khutbah 50 Hal. 77]

Juga saya ingat selalu Pesan imam Maksum AS ; “ Ambillah olehmu yang sesuai Al Quran karena itu adalah kebenaran Haqiqi, Buanglah oleh mu yang bertentangan dengan Al Quran”
Terjemahan Bebas

Maka dengan penuh rasa hormat, Mohon dengan kerelaannya :

1. Hentikan mencari jawaban atas sesuatu yang antum tidak faham akannya.
  • Perspektif Sunnah dan Syiah tidak akan pernah bertemu mengenai ‘kesatuan furu’, karena sunnah menempuh pintu yang berbeda dalam mengambil Jalur Rasul SAWW.

Ana Madinatul Ilmi Wa Aliyyun babuha…
(Aku – Rasul SAWW – adalah Kota Ilmu dan Ali (AS ) adalah pintunya
Jami Al Shagir Juz 1, Hal 415 Hadist 2705, Faidhul Qadir 1/40-47, Jalur sunnah ( 10 orang Sahabat besar, di shahihkan 20 orang ulama sunnah)

Kami masuk dari Pintu Sejati dan berwilayah kepada Amirul Mukminin Imam Ali AS. Maka kami pun teguh dengan Panji At Tsaqalain (Al Quran dan Itrah Ahlul Bayt) ditengah badai fitnah manusia-manusia sok pintar.

Landasannya berbeda wahai saudaraku…

2. Menjawab pertanyaan Furu tanpa di landasi ketuguhan Mahabatu Rasulillahi shalallahu alaihi wa alihi wa salam akan sia-sia.

Karena kecintaan akan manusia Suci SAWW hanya bisa meresap dalam sanubari Manusia, manakala hati manusia tersebut telah suci pula. Selama masih ada kotor, selama masih menganggap Baginda Tercinta SAWW ‘manusia biasa’ maka bukan mahabah yang akan manggon, namun kesesatan yang teramat jauh dari Cahaya Suci

3. Hadist dalam Sunnah berbeda dalam Syiah.

Hadist Shahih belum tentu shahih, karena semua hadist hendaknya di uji kembali, di hakimi kembali dengan Hadist paling Shahih – Al Quran Al Karim.

Maka walaupun banyak ulama berhujjah dengan Al Kafi dan mengutip sebagian isi, memotong rantai kata, mempercayai kemampuan nya sendiri dan berhujjah dengan Hadist tersebut dengan mengabaikan ‘Talaqi akal dan Talaqi Qurani’ maka saya hanya akan tampil sebagai penonton saja.

Bukan saya tidak bisa membantah, bukan saya tidak tahu riwayat yang di bawakan, namun saya malu berdebat dengan orang yang hanya faham kulit tapi tidak faham isi.

4. Kecintaan bukan hanya Lisani

Cinta itu di hati, cinta bercampur dengan kesiapan sengsara. Cintapun siap tidak Indah.

Saat hati berikhrar tuk bertaut dengan Cahaya Suci SAWW, maka di hati ini pun rela mati demi Tegaknya Syariat ALLAH Sejati. Karena Dunia fana ini tidak menjanjikan kebahagiaan apa-apa, kecuali kebahagiaan sesaat, kebahagiaan akan banyaknya golongan, kehormatan hina, dan segala macam hal yang tidak berarti di akhirat nanti.

Sebagian Orang takut bila tidak patuh akan pesan Baginda Suci SAWW ; ‘Barang siapa yang tidak mencintai Ali maka Fasiklah ia”

Mereka tidak faham cinta dalam kalimat tersebut, Cinta Mutlak penuh kasih yang hanya akan manggon bila kecintaan semakna di terapkan terhadap Syiahnya Ali (as).

Bagaimana bisa mengaku Cinta Imam Ali (as) sedang antum mengobarkan perang terhadap pengikut dan pecintanya…?

Bagaimana bisa mengaku mencintai Nabi Suci SAWW, sedang antum berkawan dengan Musuh Nabi SAWW?

Kedua pertanyaan yang jawabannya sangat berhubungan erat …

5. Memperkeruh suasana dengan mempertajam Furu.

Dunia ISLAM yang memang sudah morat marit karena sudah di susupi para munafiqin berjubah ulama sehingga sulit lagi di bedakan antara Mutaqqin dan Munafiqin.

Ditengah situasi ini maka saya hanya akan berpegang teguh pada Tali ALLAH dan Kitabbullah yang tiada memperdayakan.

Jawaban demi jawaban bila di gelontorkan hanya akan membuat fitnah itu bermetamorfosa dan semakin kompleks. Karena Apa ?, karena segala yang diyakini si pembawa fitnah adalah ‘kebenaran semu’ baginya. Bila di jawab dan di luruskan, bukan membuat ia semakin mengkaji kebenaran, malah akan membuat semakin jahil.

Karena Kebenaran dan Kebathilan tidak akan bisa bersatu.

Orang yang mencari jawaban berbeda dengan orang yang mencari kebenaran
Orang yang bertanya tuk faham amat jauh berbeda dengan orang yang mempertanyakan pemahaman.

Firman ALLAH Azza Wa Jalla, Surah Al Baqoroh Ayat 256 :

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Bi Taufiq Wal Hidayah

Read more...

December 20, 2008

Khutbah Imam Ali As tentang Dunia dan Bekal


Ayyuhan Nas,
Dunia adalah tempat tinggal sementara, sedang akhirat adalah kampung yang sebenar benarnya. Maka jadikanlah tempat tinggalmu yang tetap sebagai tujuan perjalananmu dan janganlah kalian bukakan tabirmu di depan orang yang mengetahui rahasiamu. Keluarkanlah kalbumu dari dunia ini sebelum jasadmu dikeluarkan darinya. Disitulah kalian memperoleh pengalaman, tapi untuk tempat tinggal yang lain lah kalian diciptakan.

Ketika seseorang meninggal dunia, orang orang pasti bertanya "apa yang dia tinggalkan" tetapi malaykat akan bertanya "apa yang dia bawa ?" Kepada ALLAH lah kalian kembali. Bawalah sebagian saja, sehingga kalian akan mempunyai 'piutang' dan jangan tinggalkan semuanya sehingga kalian harus membawa 'utang'

{ibid, Khutbah 203}



Read more...

Perwujudan Amal

Pada suatu hari Muadz bin Jabal duduk di dekat Nabi Saww di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Muadz bertanya: “Ya Rasul Allah, apa yang dimaksud dengan ayat: Pada hari ditiupkan sangkakala dan kalian datang dalam bergolong-golongan?” (QS. Al-Naba; 18)

Beliau Saww menjawab: “Hai Muadz, kamu telah bertanya tentang sesuatu yang sangat berat.”

Beliau Saww memandang jauh seraya berkata: “Umatku akan dibangkitkan menjadi sepuluh golongan. Tuhan memilahkan mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka.

Sebagian mereka berbentuk monyet, sebagian lagi berbentuk babi, sebagian lagi berjalan terbalik dengan kaki di atas dan muka di bawah lalu diseret-seret, sebagian lagi buta merayap-merayap, sebagian lagi tuli-bisu tidak berpikir, sebagian lagi menjulurkan lidahnya yang mengeluarkan cairan yang menjijikkan semua orang, sebagian lagi mempunyai kaki dan tangan yang terpotong, sebagian lagi disalibkan pada tonggak-tonggak api, sebagian lagi punya bau yang lebih menyengat dari bangkai, sebagian lagi memakai jubah ketat yang mengoyak-koyakkan kulitnya.

“Adapun orang yang berbentuk monyet adalah para penyebar fitnah yang memecah belah masyarakat. Yang berbentuk babi adalah pemakan harta haram (seperti korupsi). Yang kepalanya terbailk adalah pemakan riba. Yang buta adalah penguasa yang zalim. Yang tuli dan bisu adalah orang yang takjub dengan amalnya sendiri. Yang menjulurkan lidahnya dengan sangat menjijikkan adalah para ulama atau hakim yang perbuatannya bertentangan dengan omongannya. Yang dipotong kaki dan tangannya adalah orang yang menyakiti tetangga. Yang disalibkan pada tiang api adalah para pembisik penguasa yang menjelekkan manusia yang lain. Yang baunya lebih menyengat dari bangkai adalah orang yang pekerjaannya hanya mengejar kesenangan jasmaniah dan tidak membayarkan hak Allah dalam hartanya. Yang dicekik oleh pakaiannya sendiri adalah orang yang sombong dan takabur.”

Hadis dikutip dari Tafsîr Majma’ Al-Bayân 10; 423

Menurut Syaikh Al-Akbar Ibn Arabi, semua makhluk berasal dari Tuhan dan akan kembali lagi kepada Tuhan. Dari Tuhan datang buah apel, kambing, dan manusia. Ketika kembali lagi kepada Tuhan, apel kembali sebagai apel, kambing sebagai kambing, dan manusia… belum tentu sebagai manusia lagi. Anda datang dari Tuhan sebagai manusia, tetapi boleh jadi kembali kepada-Nya sebagai babi, monyet, harimau, anjing, atau manusia dalam berbagai penampilannya.

Apa yang menentukan bentuk manusia ketika ia kembali kepada Tuhan? Menurut hadis di atas, seperti yang diperkuat oleh banyak ayat Al-Quran, yang menentukan bentuk kita sekarang dan juga nanti adalah amal-amal kita. Siapa kita sebenarnya akan kita ketahui ketika kita menghembuskan nafas terakhir.

ALLAH AWJ berfirman: Maka kami singkapkan tirai yang menutup matamu dan tiba-tiba matamu hari ini menjadi sangat tajam. (QS. Qaf; 22) Pada pandangan orang–orang salih, bentuk sejati kita itu mungkin sekarang pun sudah tampak.

Imam Ja’far Ash Shodiq Asmemperlihatkan kepada Abul Bashir betapa banyaknya binatang berputar sekitar Ka’bah. Manusia sedikit sekali dan tampak sebagai kilatan cahaya.

Al-Ghazali memaparkan bahwa manusia mempunyai dua macam mata; mata lahir (bashar) dan mata batin (bashirah). Dengan mata lahir, ketika melihat bentuk lahir kita, yang sebetulnya terlihat hanyalah penampakan dari bentuk kita sebenarnya, penampilan dari bentuk batiniah kita. Ia bukan jati diri kita. Ia hanyalah bayang-bayang dari diri kita. Dengan mata batin, kita dapat melihat jati diri kita. Dengan bashirah, kita melihat diri kita yang sebenarnya. Dengan menggunakan istilah Al-Ghazali, bashar hanya melihat khalq (fisik), sedangkan bashirah melihat khuluq (wujud ruhani). Dari kata khuluq dibentuk kata plural akhlaq. Inilah yang kemudian masuk ke dalam kamus bahasa Indonesia sebagai akhlak. Sekarang setelah akhlak ditambahkan kata karimah (mulia), padahal tidak semua akhlak itu mulia.

Jadi akhlak adalah wujud ruhaniah kita. Dengan wujud itulah kita kembali kepada Tuhan. Dengan wujud itu juga kita akan dibangkitkan. Yang menentukan akhlak tentu saja adalah amal-amal kita. Dengan amal salih, kita memperindah wujud ruhaniah kita. Dengan amal-amal buruk kita memperjelek wujud ruhaniah kita. Bila Al-Ghazali menyebut wujud ruhaniah kita itu sebagai akhlaq, Al-Quran menyebut wujud ruhaniah kita itu sebagai hati. Wujud ruhaniah yang buruk disebut sebagai hati yang sakit atau bahkan hati yang mati.

QS Al Baqoroh ayat 74 :
“Kemudian keraslah hati mereka sesudah itu, seperti bebatuan bahkan lebih keras lagi dari itu.”

QS An Nisa Ayat 155 :
“Adapun orang yang dalam hatinya ada penyakit, lalu kotoran ditambahkan di atas kotoran mereka lagi dan mereka mati dalam keadaan kafir.”

QS Al Jatsiyyah ayat 23 :
“Tidakkah kamu perhatikan orang yang mengambil hawa nafsunya sebagai Tuhan dan Allah menyesatkannya dengan pengetahuan dan menutup pendengarannya dan hatinya dan menjadikan penutup pada pandangannya. Siapa lagi yang memberikan petunjuk setelah Allah. Tidakkah kamu mengambil peringatan.”

Hadis-hadis berikut menjelaskan; ada empat hal yang mematikan hati –berbuat dosa setelah berbuat dosa, banyak berkencan dengan lawan jenis, berdebat dengan orang bodoh, kamu berkata dan ia berkata tetapi tidak kembali pada kebaikan, dan bergaul dengan mayat. Ditanyakan kepada beliau: “Ya Rasul Allah, apakah itu bergaul dengan mayat.”

Baginda Suci Saww bersabda: “Bergaul dengan orang kaya yang hidup mewah.” (Bihâr Al-Anwâr 73:137)

Tidak akan tegak iman sebelum tegak hati. Dan tidak tegak hati sebelum tegak lidahnya. (Bihâr Al-Anwâr 71:78)

Tidak ada yang lebih merusakkan hati selain kemaksiatan. Jika hati terus-menerus melakukan kesalahan, kesalahan itu akan menguasai hatinya dan terbaliklah hati itu, yang atas menjadi yang bawah. (Dirâsat Al-Akhlâq).

Secara singkat, wujud batiniah kita, akhlak kita, hati kita dibentuk oleh amal-amal yang kita lakukan. Manusia memliki potensi yang luar biasa untuk menjadi apa saja, sejak binatang yang paling rendah sampai kepada malaikat yang didekatkan kepada Allah. Tidak henti-hentinya jati diri kita ini berubah sesuai dengan perubahan amal-amal kita. Sambil mengutip kaum eksistensialis, kita terlempar ke dunia ini tanpa kita rencanakan. Tiba-tiba kita sudah berada di sini.

Dalam tasawuf, mewujudkan jati diri kita dengan amal itu disebut sebagai tajassum ‘amal.


Para ulama menyebut perwujudan diri kita sebagai buah amal itu sebagai tajassum al-‘amal dalam maknanya yang pertama. Makna kedua dari tajassum al-‘amal dijelaskan dalam hadis-hadis Nabi berikut ini:

Qais bin Ashim meminta nasihat Rasulullah saw. Beliau Saww bersabda :
“Hai Qais, pastilah kamu punya kawan yang dikuburkan bersama kamu tapi dia hidup dan kamu dikuburkan bersamanya dan kau dalam keadaan mati. Jika ia mulia, ia akan memuliakan kamu. Jika ia keji, ia akan menyerahkan kamu. Ia tidak akan dihimpunkan kecuali bersamamu, tidak akan dibangkitkan kecuali bersamamu, dan kamu tidak akan ditanya kecuali tentang dia itu. Jadikanlah dia itu baik, sebab jika dia baik kamu akan merindukannya. Jika dia rusak, kamu akan ketakutan kepadanya. Ketahuilah dia itu perbuatanmu.” (Bihâr Al-Anwâr 71:64).

Pada suatu hari, ketika Nabi saw duduk di samping Aisyah, seorang Yahudi lewat. Ia mengejek Nabi dengan memplesetkan ucapan salam: “Sâm ‘alaikum; artinya, matilah kamu.” Nabi menjawab: “Wa ‘Alaikum. Juga bagimu.” Lewat lagi Yahudi yang kedua mengucapkan hal yang sama. Nabi juga memberikan jawaban yang sama. Kejadian ini berulang sampai tiga kali. Aisyah tidak tahan. Ia menghardik Yahudi itu: “Hai anak-anak monyet dan babi!” Aisyah tidak salah bila merujuk pada Al-Maidah ayat 60: Dia jadikan sebagian mereka monyet dan babi.

Air muka Nabi berubah: “Hai Aisyah, mengapa kaumaki mereka?” Aisyah menjawab: “Mereka bersekongkol, ya Rasul Allah. Giliran seorang demi seorang lewat hanya untuk mengucapkan: Matilah kamu.” Rasulullah saw bersabda: “Bukankah aku sudah jawab mereka dengan ucapan: Juga bagimu. Tidakkah kamu ketahui bahwa ucapan kita dan amal kita itu akan berwujud menjadi makhluk? Makian yang kita ucapkan akan menjadi makhluk yang mengerikan dan dibangkitkan bersama manusia pada hari kiamat.” (Mazhahiri, Jihâd Al-Nafs; 116).

Dalam hadis yang lain, amal itu bukan saja muncul pada hari akhirat tetapi juga ketika manusia masuk ke alam kubur:

  • Apabila seorang hamba yang mukmin masuk ke dalam kubur, kuburan itu berkata, “Selamat datang. Demi Allah, sungguh aku dulu sangat mencintaimu ketika engkau berjalan di atas punggungku. Apatah lagi ketika engkau memasuki perutku. Sebentar lagi kamu akan menyaksikannya.” Lalu dibukakan kepadanya kuburan itu seluas pandangan mata. Dibukakan baginya pintu untuk melihat surga. Setelah itu keluarlah orang yang belum pernah matanya menyaksikan yang lebih indah dari dia. Ia berkata, “Hai hamba Allah, belum pernah aku melihat yang lebih indah dari kamu.” Orang itu menjawab, “Aku adalah pikiranmu yang indah yang engkau pernah miliki dan amalmu yang salih yang pernah engkau lakukan.” Lalu ruhnya diambil dan diletakkan di surga di tempat ia menyaksikan rumahnya. Kemudian dikatakan kepadanya: “Tidurlah dengan tentram.” Tidak henti-hentinya hembusan surga mengenai tubuhnya yang ia rasakan kenikmatan keharumannya sampai dia dibangkitkan.
  • Bila seorang kafir masuk ke dalam kubur, kuburan itu berkata, “Tak ada selamat datang bagimu. Demi Allah, dahulu aku membencimu ketika kau berjalan di punggungku. Apatah lagi ketika kamu masuk ke dalam perutku. Sebentar lagi kamu akan menyaksikannya.” Lalu kuburan itu menghimpitnya dan menjadikannya pecah berderai. Kemudian dikembalikan lagi kepada keadaannya semula dan dibukakan baginya pintu ke arah neraka sehingga ia menyaksikan tempatnya di neraka. Kemudian keluarlah dari pintu itu seseorang yang paling jelek yang pernah ia lihat. Ia bertanya, “Hai hamba Allah, siapakah kamu? Aku tidak pernah melihat muka yang lebih buruk dari muka kamu.” Ia menjawab, “Aku adalah amal buruk yang kamu lakukan dan pikiranmu yang buruk.” Kemudian diambil ruhnya dan diletakkan di satu tempat ketika ia melihat tempatnya di neraka dan tidak henti-hentinya dihembuskan dari neraka hembusan yang menjilati tubuhnya, dan ia merasakan kepedihan dan panasnya sampai hari dibangkitkan. Allah memerintahkan 99 ular yang menghembus-hembus ruhnya. Sekiranya satu hembusan saja dihembuskan di atas punggung bumi, tidak ada satu tumbuhan pun yang hidup. (Furu’ Al-Kafi, 3:11). Tentu saja sebagaimana amal buruk menjadi makhluk buruk dan menakutkan, maka amal-amal baik akan menjadi makhluk yang indah dan membahagiakan. Kita akan menyaksikan amal-amal kita dihadirkan di depan kita. Tuhan berfirman: “Apa saja yang sudah kamu lakukan buat dirimu berupa kebaikan akan kamu dapatkan di sisi Allah. Sesungguhnya Allah melihat apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Baqarah; 110); “Dan mereka dapatkan apa yang mereka lakukan hadir di depan mereka.” (QS. Al-Kahf; 48); “Pada hari setiap orang mendapatkan kebaikan yang dilakukannya dihadirkan di hadapannya dan juga keburukan yang dilakukannya, yang ia inginkan sekiranya antara doa dan keburukan itu ada jarak yang jauh.” (QS. Ali Imran; 30); “Barangsiapa melakukan kebaikan walaupun sebesar zarah dia akan melihatnya. Barangsiapa melakukan keburukan walaupun sebesar zarah dia juga akan melihatnya.” (QS. Al-Zilzalah; 7-8)
Hadis selanjutnya sangat menyentuh; Nanti pada hari kebangkitan seorang mukmin dibangkitkan. Di hadapan dia dibangkitkan juga seseorang. Setiap kali mukmin itu menyaksikan malapetaka hari akhirat, kawannya berkata, “Jangan cemas jangan berduka. Gembirakanlah dirimu dengan kebahagian dan kemuliaan yang telah Allah siapkan bagimu.” Dengan bimbingan orang itu si mukmin dihadapkan ke pengadilan Tuhan dan diperiksa dengan sangat enteng. Ia juga diantarkan orang itu ke surga. Berkatalah si mukmin kepadanya, “Semoga Allah manyayangimu. Alangkah baiknya engkau dibangkitkan bersamaku. Tidak henti-hentinya engkau menggembirakan dan menbahagiakanku. Siapakah kamu?” Orang baik itu menjawab:, “Akulah kebahagiaan yang pernah kamu masukkan pada hati mukmin saudaramu di dunia. Allah menciptakan kebahagiaan yang kaumasukkan itu menjadi diriku sekarang ini untuk membahagiakanmu.”
***

Perwujudan amal atau tajassum al-‘amal muncul dalam tiga bentuk.

  • Pertama, amal-amal kita akan membentuk jati diri kita. Amal-amal buruk akan membentuk diri yang buruk. Mendendam, membunuh, menganiaya adalah perbuatan kebinatangan. Perbuatan kita itu akan mengubah jati diri kita dari manusia menjadi binatang. Pada hari akhir, kita akan dibangkitkan dalam bentuk jati diri kita. Betapa banyak di antara kita yang tampil sebagai manusia yang tampan, tetapi secara hakiki kita adalah binatang buas yang haus darah. Boleh jadi tubuh kita menebarkan harum parfum yang segar di alam lahir, tetapi menebarkan bau bangkai di alam batin. Boleh jadi juga badan kita tegap dan utuh menurut penglihatan lahir, tetapi kerangka yang buruk dan tercabik-cabik dalam penglihatan batin. Diri kita secara batiniah adalah perwujudan amal yang pertama.
  • Kedua, amal-amal kita akan diciptakan Tuhan dalam wujud makhluk yang menyertai kita; sejak alam kubur sampai dibangkitkan pada hari kiamat nanti. Amal salih akan menjadi makhluk yang indah dan harum. Kehadirannya saja sudah membuat kita bahagia. Amal buruk kita akan menjadi monster yang menakutkan dan berbau busuk. Kehadirannya saja sudah membuat kita ketakutan. Kita semua akan disambut di pintu kubur nanti dengan dua macam makhluk ini. Mereka akan berebutan mendampingi kita. Bila makhluk yang buruk yang lebih banyak, merekalah yang menyertai kita dan mengusir makhluk-makhluk indah dari dekat kita. Sebaliknya, bila makhluk yang baik yang lebih kuat, merekalah yang akan membela kita dalam mengusir makhluk-makhluk buruk dari sekitar kita. Tuhan berfirman, “Sesungguhnya kebaikan akan mengusir keburukan.” (QS. Hud; 114) Amal baik menjadi makhluk indah yang memberikan kebahagiaan kepada kita; amal buruk menjadi makhluk menakutkan yang membuat kita menderita.
  • Ketiga, amal-amal yang kita lakukan akan berwujud dalam bentuk dampak atau akibat. Amal baik akan muncul dalam akibat-akibat yang baik, dan sebaliknya. Pertama-tama, dampak amal itu akan mengenai kita yang melakukannya. Amal adalah benih yang kita tanam. Apa yang kita tuai sangat bergantung dengan apa yang kita tanam. Anda akan menuai permusuhan jika yang anda tanam kebencian. Anda akan memanen cinta, jika yang anda semai kasih saying. Alam semesta ini bergerak dalam satu kesatuan wujud. Kita adalah bagian yang tak terpisahkan dari makhluk Allah lainnya. Bersama-sama dengan makhluk-makhluk lainnya kita adalah anggota-anggota dari satu badan alam semesta. Maka jika kita melukai salah satu di antara mereka, kita melukai diri kita sendiri. Karena itu, Al-Quran menyebut perbuatan dosa sebagai menganiaya diri kita sendiri. “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al-A’raf; 23)

Lemparkan sampah dan polusi ke sekitar kita; dan alam akan membalas kita dengan penyakit dan bencana. Berikan penghormatan dan perhatian pada lingkungan; dan “mereka” akan membalas kita dengan udara segar dan buah-buahan. Lepaskan kemarahan anda, dan makhluk-makhluk di sekitar kita setiap saat akan menyerang kita. Gunakan kekuatan untuk menindas orang-orang di bawah kita. Pada suatu saat, mereka akan bangkit untuk menghancurkan kita. Orang bijak sepanjang sejarah memberikan pesan yang sama: Kekerasan akan melahirkan kekerasan lagi. Dendam akan melahirkan dendam lagi. Karena lingkaran keburukan hanya bisa diputuskan dengan kebajikan.

Berulang-kali Al-Quran menegaskan perwujudan amal dalam bentuk akibat amal. “Telah muncul kerusakan di daratan dan di lautan karena perbuatan tangan-tangan manusia, agar Tuhan membuat mereka merasakan sebagian dari apa yang mereka lakukan, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Al-Rum; 41) “Maka mereka ditimpa oleh akibat kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh azab yang mereka perolok-olokan itu.” (QS. Al-Nahl; 34).

Lebih dari itu, Al-Quran juga menjelaskan bahwa akibat amal itu bukan hanya akan menimpa pelakunya tetapi juga orang-orang yang tidak bersalah. Mereka mungkin saja anak-anak kita, masyarakat kita, bangsa dan negara kita: “Dan Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang dahulunya aman tentram dan rezekinya datang berlimpah dari segala penjuru. Lalu penduduk negeri itu kafir kepada anugrah Allah. Maka Allah membuat mereka merasakan pakaian kelaparan dan kehausan karena apa-apa yang sudah mereka lakukan.” (QS. Al-Nahl ; 112); “Dan jika Kami bermaksud untuk menghancurkan suatu negeri, kami perintahkan orang-orang yang hidup mewahnya (supaya bertakwa). Kemudian mereka berbuat dosa di dalamnya. Maka sudah pastilah firman Kami dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya (QS. Al-Isra; 16).

Orang yang berbuat jahat dalam suatu negeri itu mungkin hanya sebagian kecil saja. Tetapi kehancuran diderita oleh seluruh bangsa. Penderitaan kita sekarang adalah perwujudan dari amal buruk sebagian dari bangsa kita. Beberapa orang di antara kita mengambil kekayaan negara, dan jutaan orang harus membayar utang. Segelintir kecil merusak hutan, tetapi semua makhluk menderita. Ada ibu yang minum obat penenang thalidomide, lalu anak-anaknya menderita cacat tubuh yang mengenaskan.

Al-Quran menuturkan kisah dua orang Nabi yang membangun dinding yang sudah roboh. Adapun dinding itu adalah milik dua orang anak yatim di kota itu. Dan di bawahnya ada perbendaharaan milik keduanya. Dan kedua orangtuanya adalah orang tua yang salih. . Maka Tuhan kamu bermaksud untuk mengantarkan keduanya sampai dewasa dan mengeluarkan perbendaharaan itu bagi keduanya sebagai kasih saying Tuhanmu. (QS. Al-Kahf; 82). Menurut hadis, “Sesungguhnya Allah memelihara anak mukmin sampai seribu tahun. Kedua anak yatim itu mempunyai jarak waktu dengan kedua orangtuanya itu tujuh ratus tahun.” (Bihâr Al-Anwâr 71:236).

Di dalam riwayat lain dikisahkan tentang kemarau panjang pada zaman Bani Israil. Seorang perempuan bermaksud untuk memasukkan sesuap makanan ke mulutnya, ketika ia melihat seseorang berteriak: “Saya lapar, wahai hamba Allah.” Perempuan itu segera menyerahkan roti yang akan dimakannya kepadanya. Ia mengeluarkan roti itu dari mulutnya. Pada tempat lain, anak perempuan itu sedang mencari kayu bakar di padang pasir. Seekor serigala menerkamnya dan membawanya pergi. Ibunya berusaha mengikuti jejaknya. Allah swt mengutus Jibril untuk mengeluarkan anak itu dari mulut serigala dalam keadaan selamat. Jibril berkata kepadanya: “Wahai hamba Allah. Bahagiakah kamu ketika satu suapan yang engkau berikan dibalas dengan satu suapan lagi. Luqmah billuqmah.” (Bihâr Al-Anwâr 73:96).

Jadi, jagalah anak-anakmu dengan amal salihmu. Jangan celakan mereka dengan perbuatan burukmu. Sampai di sini, mungkin ada yang merenung apakah yang kita perbincangkan hari ini bertentangan dengan prinsip keadilan ilahi. Seseorang berbuat salah, tetapi orang lain menanggung akibatnya. Bukankah Tuhan berkata, “Tidaklah seseorang akan menanggung dosa yang lain.” Jawaban kita singkat saja. Yang tidak akan ditanggung adalah dosa. Dampak atau akibat akan mengenai bukan hanya yang berbuat dosa. Tuhan berfirman, “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaannya.” (QS. Al-Anfal; 25). Seperti seorang bapak yang membakar rumahnya. Di rumah itu ada anaknya yang sedang tidur pulas, Anak itu mati terbakar. Bapak yang membakar tentu saja masih hidup. Anak itu dikenai dampak dosa bapaknya, tetapi ia tidak menanggung dosa apa pun. Ia bahkan mendapat pahala mati syahid, karena menjadi korban kekejaman bapaknya. Si bapak menanggung doa berlipat ganda sesuai dengan jumlah korban yang menderita karena dampak dosanya.

Penderitaan mereka semua adalah perwujudan amal dari si bapak itu. Itulah tajassum ‘amal dalam makna yang ketiga.

Dinukil dan di edit dari Buletin Al-Tanwir 3 Dzulkaidah 1421 H
Oleh KH. Jalaluddin Rakhmat



Read more...

Enter Your email to Get Update Articles

Delivered by FeedBurner

Random Articles

Powered by Blogger.

Recent Comments

" Pro-Log for the Light Of AT TSAQOLAIN "

  © Free Blogger Templates Cool by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP